Home Komunitas Layar Tanjleb Festival Film Purbalingga Hidupkan Ekonomi Kerakyatan

Layar Tanjleb Festival Film Purbalingga Hidupkan Ekonomi Kerakyatan

Suasana pemutaran film pada program Layar Tanjleb FFP 2018 di lapangan Desa Gombolharjo, Adipala, Cilacap, Sabtu (14/7).

Purwokertokita.com – Setelah singgah di Kabupaten Kebumen dan Banjarnegara, gelaran Layar Tanjleb Festival Film Purbalingga (FFP) 2018 sambangi Kabupaten Cilacap pada Sabtu (14/7), di lapangan Desa Gombolharjo, Adipala dan Minggu (15/7) di Desa Planjan, Kesugihan Cilacap.

Sejak tanggal 7 Juli sampai dengan 4 Agustus 2018, Layar Tanjleb FFP 2018 memang akan berkeliling ke lima kabupaten, yakni Kebumen, Banjarnegara, Cilacap, Banyumas dan Purbalingga.

Layar Tanjleb, menjadi media tontonan alternatif bagi masyarakat desa yang tidak dapat menjangkau bioskop. Hal ini terwujud atas kerja-kerja kreatif antar komunitas yang ada di beberapa kabupaten, seperti Komunitas Kedung yang ada di Kebumen, Cinema Lovers Community Purbalingga serta Sangkanparan Cilacap. Ketiga komunitas ini tergabung dalam sebuah payung Jaringan Kerja Film Banyumas (JKFB).

Koordinator program Layar Tanjleb FFP 2018, Canggih Setiawan mengatakan, pemutaran film di lima Kabupaten ini didukung dengan Mobil Bioskop Keliling Kemendikbud RI yang dalam hal ini dikelola oleh Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Cilacap.

“Mobil Bioskop Keliling akan singgah ke desa-desa memutarkan film-film karya pelajar se-Banyumas Raya,” ujar Canggih.

Selain film-film pendek karya pelajar Banyumas Raya, turut diputar juga tiga film pilihan dalam program Layar Tanjleb FFP 2018. Film pilihan tersebut diantaranya berjudul “Oleh-oleh” besutan Mohammad Reza Fahriansyah dari ISI Jogja), “Ji-Dullah” karya Alif Septian R dari FIB Universitas Jember, serta film panjang bioskop “Sekala Niskala” besutan sutradara Kamila Andini.

Selain menjadi ruang kolaborasi para pekerja kreatif di bidang perfilman, gelaran Layar Tanjleb FFP 2018 juga mampu menghidupkan ekonomi kerakyatan.

Presiden Komunitas Sangkanparan, Insan Indah Pribadi mengatakan, program Layar Tanjleb tidak hanya menyajikan hiburan bagi para warga melalui tontonan di layar, para pedagang pun ikut berjualan di sekeliling penonton.

“Seneng rasanya lihat para pedagang ada di sekeliling para penonton. Mereka memanfaatkan momen istimewa ini untuk berjualan,” ucapnya.

Tahun 2018 ini Festival Film Purbalingga memasuki usia yang ke 12. Puncak perayaan FFP 2018 rencananya akan diselenggarakan 4 Agustus 2018 di Alun-alun Purbalingga. (YS)

Baca Juga

Ini Daftar Film yang Lolos Seleksi FFP 2018

Purwokertokita.com -Enam film fiksi pendek dan delapan dokumenter garapan pelajar se Banyu…