Home Rehat Ini Sepuluh Lagu Wajib di Acara Hajatan Wilayah Purbalingga dan Sekitar

Ini Sepuluh Lagu Wajib di Acara Hajatan Wilayah Purbalingga dan Sekitar

Penyanyi organ tunggal membawakan tembang dalam acara hajatan pernikahan di Purbalingga Jawa Tengah, Sabtu (13/2). Kini organ tunggal menjadi primadona dalam acara hajatan pernikahan hingga pelosok. (Himawan Nugraha/Purwokertokita.com)
Penyanyi organ tunggal membawakan tembang dalam acara hajatan pernikahan di Purbalingga Jawa Tengah, Sabtu (13/2). Kini organ tunggal menjadi primadona dalam acara hajatan pernikahan hingga pelosok.
(Himawan Nugraha/Purwokertokita.com)

Purwokertokita.com – Pergi kondangan atau hajatan pernikahan, seringkali menjadi momen penting bagi pasangan pengantin yang berbahagia di pelaminan. Baik pasangan pengantin itu adalah teman, saudara, mantan gebetan hingga mantan pacar kita.

Pada bulan Februari tahun ini, misalnya, surat undangan dari pasangan yang menikah jumlahnya menggila. Hampir di setiap akhir pekan Februari, undangan hajatan selalu tiba dengan berbagai bentuk dan ciri yang unik. Apalagi saat mendekat hari valentine, yang diidentikan dengan hari kasih sayang oleh orang barat sana.

Biasanya acara hajatan di masa sekarang, susah dilepaskan dari hiburan yang menjadi tren di berbagai belahan bumi Indonesia, organ tunggal. Ringkas, padat serta bisa menekan anggaran hiburan, menjadikan tanggepan organ tunggal sebagai primadona pengisi acara kondangan di berbagai pelosok daerah, bahkan di wilayah Purbalingga.

Nah, kali ini kita nggak bahas tentang pernak-pernik acara hajatan pernikahan. Tetapi, kita akan ulasan singkat sepuluh teratas lagu wajib kondangan di area Purbalingga dan sekitarnya. Rangkuman ini berdasar pengakuan biduan dan biduanita Marva Musik asal Bojong, Purbalingga, saat manggung di pesta pernikahan salah satu orang keren Purbalingga, Bangkit Wismo. Nggak sabar pengen tahu lagu wajib yang ditembangkan oleh biduan dan biduanita organ tunggal se-Purbalingga? Cekidot….

 
1. Pengantin Baru

Menurut salah satu biduanita Marva Musik, Leli, lagu “Pengantin Baru” menjadi lagu pembuka dalam agenda kondangan di wilayah Purbalingga dan sekitarnya. Tembang yang memang dikhususkan bagi pengantin baru ini, mulanya berirama gambus atau qasidahan dan lazim dibawakan ibu-ibu pengajian. Tetapi karena dibawakan oleh organ tunggal, jadilah lagu ini berirama dangdut. Bahkan orkes Monata yang terkenal seantero Indonesia, menampilkan semua biduannya untuk menyanyikan lagu ini bersama-sama. Coba tengok link-nya di youtube deh.

 

2. Lungiting Asmara

Dipopulerkan oleh penyanyi campursari kenamaan, Didi Kempot, lagu ciptaan Harris S ini kerap menjadi tembang yang harus dinyanyikan biduan organ tunggal. Menurut pengakuan biduan Arsa dari Marva Musik Kecamatan Bojong Purbalingga, lagu ini menjadi toplist yang dibawakannya di berbagai even kondangan. Lagunya tergolong romantis, liriknya bercerita tentang orang yang akan selalu berjuang untuk mendapatkan cintanya. Loh kok bisa? Cek aja liriknya…

Aku ora bakal mundur. . . .
Aku ora bakal mlayu. . .
Yen durung nyanding sliramu
Ukuraning tresno dudu bondho nanging lungiting asmoro

 

3. Nyidam Sari

Bayangkan seandainya cinta sejati ada dalam setiap pasangan. Kira-kira imaji itu yang ingin disampaikan dalam lagu berbahasa jawa ini. Lagu ciptaan Anjarany yang dipopulerkan Manthous, sepertinya memang cocok untuk pasangan pengantin yang berada di pelaminan karena berisi harapan agar pasangan pengantin akan mempertahankan cinta yang sejati, awet usia pernikahannya sampai kakek nenek. Uuuh, so sweet….

 

4. Kelangan

Lagu ini populer sekitar tahun 2014. Kalau bahas isi liriknya, jadi agak nggak enak hati saya. Soalnya menyinggung sakitnya kehilangan pacar yang pergi karena kawin dengan orang lain. Padahal, sudah diperjuangkan cintanya dengan tulus dari dalam hati yang paling dalam.

Saya sendiri jadi ingat kisah seorang kawan programer keren asal Cilacap dan satu jurnalis gaek di Purwokerto. Karena kisah asmara mereka mirip-mirip kayak lirik lagu ini, walau sebenarnya belum tentu ditinggal nikah juga sih. Tapi tetap aja parah, kalau menurut liriknya. Karena yang tahu arti lagunya akan jadi baper betul. Dan parahnya bisa masuk dalam kategori PHP pula. Hufth, kirain lagu harapan kebahagiaan malah, lagu sedih… Jleb banget nggak sih?

 

5. Gala-gala

Lagu karya King of Dangdut, Rhoma Irama ini merupakan plesetan dari kata Segala-galanya menjadi gala. Tengok saja liriknya.. Oh Tiada Terkira Rindu Segala galanya/Oh tiada terkira rindu segala gala gala gala galanya.. Lagu yang menunjukkan rasa rindu karena kekasih yang lama ditinggal pergi, konon kabarnya cocok untuk para perantau yang pulang ke desa. Buat yang sering merantau dan ingat kekasih, saya imbau agar lekaslah pulang dan ajaklah kekasih anda ke KUA ya.

 

6. Kemesraan

Lagu yang dinyanyikan keroyokan artis tenar Indonesia di tahun 1990-an ini sempat ngehits banget di zaman itu. Kalau lagu ini jelas bikin kita ingin selalu bersama selamanya dan berjanji setia dengan pasangannya. Walau aransemen lagunya menurut saya terlampau melow, tapi tetap asyik untuk didendangkan juga kok.

 

7. Kandas

Dipopulerkan penyanyi dangdut yang ngetop di tahun 1990-an, Evie Tamala, menjadikannya andalan di setiap pesta pernikahan. Padahal, lagunya nggak cocok buat pengantin baru. Lirik lagunya menceritakan penyesalan meninggalkan mantan. Gimana nggak sedih coba? Kan kasihan banget, kalau pengantin barunya nggak sengaja dengerin lagu ini di pelaminan. Lagi enak-enaknya menghayati lagu, pasangan pengantinnya lihat ada mantan yang datang bersama pasangan barunya dan terlihat lebih mesra dan mapan. Piwe perasaane jajal?

 

8. Syahdu

Siapa yang tak pernah mendengarkan lagu Syahdu ini? Kalau tidak pernah, mungkin orangnya kurang piknik atau parahnya nggak pernah nonton film legendaris Rhoma Irama. Lagu yang populer di tahun 1970-an ini, tampaknya sezaman dengan lagu hits sang raja dangdut kala itu, seperti “Piano”, “Gitar Tua”, “Malam Terakhir”, dan masih banyak yang lainnya.

Dalam lagu ini, sang raja dangdut berduet dengan Rita Sugiarto yang kala itu sedang mekar-mekarnya di jagad musik dangdut dunia. Lagu yang menceritakan pernyataan cinta ini, tampaknya sangat cocok untuk pengantin baru yang tak ingin lepas dari malam pertama hingga malam selanjutnya loh…nggak percaya kan? Dengerin aja deh.

 

9. Jambu Alas

Lagu berbahasa Jawa yang dipopulerkan Didi Kempot berduet dengan Nunung Alvi,  yang memiliki cengkok tarlingan ala Cirebonan,  berirama campursari. Bisa dibilang, lagu ciptaan Papa Irma ini cocok buat kamu yang dateng ke kondangan mantan dan masih nggak rela doi di pelaminan dengan pria lain. Ceritanya, mirip-mirip sinetron di televisi kita yang temanya kasih tak sampai gitu deh. Nggak percaya coba deh lihat refferen lagunya;

Jambu alas kulite ijo
sing digagas wes duwe bojo
Ada gula ada semut
durung rondho ojo direbut

 

10.Kucari Jalan Terbaik

Lagu yang pernah tenar di tahun 1970-an oleh Panbers dan dipopulerkan kembali oleh penyanyi dekade 1990-an, Pance Pondaag ini sebenarnya nggak cocok buat dinyanyiin saat kondangan. Kalau kata teman-teman saya sih, ini lagu ngajak cerai. Soalnya lagu ini tidak happy ending buat pasangan kekasih. Sadisnya, lagu ini malah laris dinyanyikan sama tamu kondangan. Saya sempat juga dengerin ada tamu yang nyanyi lagu ini, saat menghadiri hajatan di Desa Kutawis, Purbalingga. Mungkin maksud hati yang nyanyi ingin menyenangkan pasangan pengantin, tapi liriknya bertolak belakang. Atau mungkin saya yang reseh ya, bahas kayak ginian, hehehe….

 

Nah itu, toplist lagu kondangan dengan segala variasi tema lirik dari yang bisa bikin ngajak berantem sampai doa untuk pasangan pengantin. Tapi ya namanya lagu untuk hiburan di hajatan, semoga tamu yang datang dan pengantin bisa terhibur. Mungkin ada list lagu lainnya yang belum masuk, bisa ditambahkan ke dalam komentar atau masukannya kepada tim purwokertokita.com ya…