
Purwokertokita.com – Menyambut Hari Kartini, Purwokertokita.com (PKDC) berkesempatan melakukan wawancara khusus dengan Komisaris BPR Bank Surya Yudha (BSY), Tenny Yanutriana. Perempuan yang fokus pada diskursus microfinance ini buka-bukaan mulai soal BPR, emansipasi hingga kebiasaan hangout. Jangan lupa, baca sambil ngopi dan jangan terlalu serius.
PKDC : Mohon diceritakan posisi sekarang (struktur) sebagai apa? Lalu tugas umum atau khususnya ngapain saja?
Tenny Yanutriana : Saat ini posisi saya sebagai Komisaris BPR Bank Surya Yudha (Banjarnegara) dan BPR Surya Yudha (Wonosobo). Untuk menjadi komisaris, saya harus melaui fit and proper test dari Bank Indonesia dan memenuhi persyaratan integritas, kompetensi, dan reputasi keuangan. Kompetensi yang harus dimiliki adalah memahami proses bisnis BPR dan resiko-resiko bisnis, memahami peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, serta memahami laporan keruangan dan mampu melakukan analisa terhadap laporan keuangan tersebut.
Kalau tugas umum saya melakukan pengawasan dan pengarahan kepada Direksi.Dan tugas khusus saya adalah menyetujui struktur organisasi, menyetujui kebijakan-kebijakan dan melakukan pengawasan atas pelaksanaan kebijakan.
PKDC : Bagaimana ceritanya, sampai ‘terjerumus’ pada aktivitas perbankan?
Tenny Yanutriana : Mungkin lebih tepatnya adalah ‘menjerumuskan diri’. Sejak lulus SMA memang sangat tertarik dengan dunia perbankan. Mungkin karena orangtua saya yang sudah duluan berkecimpung di dunia perbankan. Selepas SMA saya mengambil jurusan Administrasi Bisnis jurusan Keuangan di Universitas Indonesia, skripsi saya sepenuhnya membahas analisa keuangan BPR. Banyak mengambil short courses di bidang microfinance di berbagai belahan dunia. Jadi berkecimpung di dunia perbankan adalah murni pilihan saya pribadi, dan saya sangat menikmatinya.
PKDC : Memangnya seperti apa bisnis microfinance menurut Ibu?
Tenny Yanutriana : Perbankan, khsusnya perbankan mikro adalah industry yang sangat ‘heart-warming’, karena selain profitable, industri ini memiliki ‘social purpose’ yang sejalan dengan berbagai program pemerintah seperti inklusi keuangan, edukasi keuangan dan juga turut mendorong aktif industri UKM di Indonesia.
PKDC : Apa target yang ingin dicapai dengan posisi sekarang?
Tenny Yanutriana : Target BPR Bank Surya Yudha yang utama adalah menjadi BPR Regional di Jawa Tengah, yang artinya memiliki kantor di setiap Kabupaten/Kotamadya di propinsi Jawa Tengah. Perlahan tapi pasti kami mengarah kepada target ini dengan membuka kantor-kantor cabang dan kas baru setiap tahunnya.
Dari segi pelayanan, kami ingin menjadi ‘Bank Keluarga’ masyarakat, yang artinya seluruh anggota keluarga adalah nasabah kami. Jika sang Bapak adalah nasabah Kredit Modal Kerja, sang Ibu bisa menjadi nasabah Tabungan Surya ATM ataupun Tabungan Arisan Surya, dan di saat sang anak beranjak dewasa dia bisa membeli sepeda motor melalui Kredit Motor kami, dan sang adik yang masih bersekolah menjadi nasabah tabungan Simpanan Pelajar kami.