
Purwokertokita.com – Rencana kedatangan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (menristek dikti) di kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto urung dilaksanakan. Pembatalan agenda tersebut terjadi lantaran puluhan mahasiswa menggelar aksi dengan menduduki lobi parkir gedung rektorat Unsoed, Senin (21/3).
Aksi yang digelar sejak pukul 16.00 tersebut, dilakukan beberapa organisasi mahasiswa baik dari intra kampus maupun ekstra kampus. Dalam aksi tersebut, mahasiswa meminta kepada menristek dikti mengevaluasi kebijakan uang kuliah tunggal (UKT) dan juga keberadaan undang-undang perguruan tinggi.
“Keberadaan uang kuliah tunggal saat ini makin membuat pendidikan tinggi tidak lagi terjangkau lagi oleh warga,” kata koordinator aksi, Adhyatma Riyanto.
Dalam aksinya, mahasiswa membawa beberapa poster dan pamflet yang meminta pencabutan UKT dan UU PT. Sementara itu, dari pantauan yang dilakukan, hingga pukul 17.00 WIB tidak ada tanda-tanda menristek dikti akan datang ke Gedung Rektorat Unsoed seperti yang dijadwalkan sebelumnya.
Dari informasi yang dihimpun, sebelumnya dijadwalkan menristek dikti akan bertatap muka dengan tiga perwakilan mahasiswa. Namun agenda itu urung dilaksanakan, lantaran menristek dikti tidak datang hingga mahasiswa membubarkan aksinya.
Sementara itu, kepala sub bagian humas Unsoed, Koestiyah mengemukakan acara di Unsoed dipindah ke Hotel Aston Imperium Purwokerto. “Kondisinya tidak memungkinkan, jadi dipindah ke Hotel Aston,” katanya.
Pertemuan yang digelar di Hotel Aston dihadiri Wakil Bupati Banyumas, Komandan Korem 071 Wijayakusuma, Komandan Kodim 071 Banyumas, Kepala Polres Banyumas, perwakilan civitas akademika dari Unsoed, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Wijayakusuma Purwokerto dan beberapa tamu undangan.