Waduh, Tanggul Kritis Ancam 500 Rumah di Cimanggu

Lingkungan, Peristiwa471 Dilihat
Para relawan membantu pengerukan bedungan alami yang terbentuk akibat longsornya tebing di bibir sungai Cijalu. (Dok. Relawan&BPBD Cilacap/purwokertokita.com)
Para relawan membantu pengerukan bedungan alami yang terbentuk akibat longsornya tebing di bibir sungai Cijalu. (Dok. Relawan&BPBD Cilacap/purwokertokita.com)

Purwokertokita.com – Tanggul Kritis Sungai Cikawung sepanjang 300 meter di Desa Karangreja Kecamatan Cimanggu, Jawa Tengah mengancam 500 rumah warga.

“Lokasi tanggul kritis ini ada di wilayah RW 8 dan 9. Di kedua wilayah itu ada 500 rumah warga yang dipastikan akan terendam jika air meluap,” kata Kepala Desa Karangreja, Sarwin.

Padahal, jarak antara rumah warga dengan tanggul kritis kurang dari 100 meter. Itu sebab, ia meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy (BBWS) memasang bronjong permanen di dua titik yang kritis tersebut.

“Ada dua titik yang kritis, yakni di RW 8 dan 9. Disana ada lima ratus rumah warga. Kami minta tanggul ini dipasang bronjong,” katanya.

Sarwin mengungkap, tanggul yang jebol pekan lalu berada di Dusun Karangtengah Kidul. Air limpasan sungai Cikawung itu mengarah ke areal persawahan warga. Tanaman dilaporkan roboh dan terendam air bercampur lumpur.

Sarwin mengatakan, petani setempat kini terancam gagal panen karena padi yang sudah mulai berisi itu rusak.

Sementara, dihubungi purwokertokita.com, Komandan Pos Pengendali Operasi BPBD Cilacap, Gatot Arif Widodo mengatakan limpasan air bercampur lumpur menyebabkan 50 hektar tanaman padi yang sudah berbuah terancam gagal panen.

Padahal, kata Gatot, sebelumnya tanggul kritis ini sudah dibendung menggunakan karung berisi tanah dan pengerahan alat berat. Namun, lantaran kurang tinggi, tanggul kembali jebol. BPBD segera mengerahkan alat berat lagi untuk mengantisipasi limpasan air. Saat ini,perbaikan bagian tanggul sudah mencapai 50 persen.

“Kalau antisipasi yang paling aman ya dengan pemasangan bronjong. Kami akan mengupayakan tahun ini, secepatnya,” ujar Gatot.

Tinggalkan Balasan