19 Agu 2021

Blog Post

Kepergok Warga Curi Motor Ibu Guru, Begini Nasib Dua Pemuda Asal Magelang Berakhir
Peristiwa

Kepergok Warga Curi Motor Ibu Guru, Begini Nasib Dua Pemuda Asal Magelang Berakhir

Kapolres Wonosobo, AKBP Ganang Nugroho Widhi menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers sejumlah kasus kejahatan, Rabu (3/3/2021)./Foto: Humas Polres Wonosobo

PURWOKERTOKITA.COM, WONOSOBO – Warga Sepuran Kabupaten Wonosobo geger setelah seorang guru memergoki dua orang pemuda mencoba membobol sepeda motornya, Sabtu (20/2/2021) pukul 22.30 WIB. Warga sekitar lokasi kejadianpun ramai-ramai mengejar pelaku.

Cerita berawal dari Zulharis Uswah (40), warga Desa Marongsari Kecamatan Sapuran yang malam itu memarkir sepeda motornya di di pinggir jalan raya Suropati tepatnya di depan SMP 2 Muhammadiyah Sapuran.

Tanpa disangka, sepeda motor Honda Beat berplat nomor AA-5901-P itu menjadi sasaran pencurian. Pelakunya Adi Wisnu (32), warga Kelurahan Panjang, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang dan Teguh Nasrudin (29), warga Desa Pandanretno, Kecamatan Kajoran, Kabubapten Magelang.

Dalam aksinya, Adi berperan sebagai pembobol sepeda motor. Ia menggunakan kunci Y untuk membongkar paksa lubang kunci kontak motor milik korban. Sementara Teguh mengawasi situasi sekitar.

Baca Juga  Tergiur Cuan Jutaan, Tiga Pemuda di Banyumas Gasak Tanaman Hias

Namun perbuatan para pelaku kemudian kepergok pemilik sepeda motor. Merekapun kabur. Namun Adi berhasil ditangkap warga. Teguh sempat lari, namun 30 menit kemudian warga berhasil menangkapnya.

“Warga kemudian menyerahkan kedua pelaku ke petugas kepolisian,” kata Kapolres Wonosobo, AKBP Ganang Nugroho Widhi, Rabu (3/3/2021).

Kedua pelaku mengakui perbuatannya mencobaan mencuri sepeda motor menggunakan sebuah kunci palsu. Akibatnya, lubang kunci kontak rusak dan sepeda motor tidak bisa dihidupkan dengan kunci kontak yang asli.

Kunci Y yang berujung pipih itu ditemukan tergeletak di bawah sepeda motor. Sedangkan pangkal dari kunci Y berupa kunci shok cabang tiga tidak ditemukan karena telah dibuang. Kunci ini sengaja mereka buat untuk membobol kunci sepeda motor.

Baca Juga  Polres Kebumen Patroli ke Gereja-gereja, Ada Apa?

Dari hasil penyelidikan, kedua tersangka merupakan residivis. Adi merupakan residivis kasus kekerasan dalam rumah tangga tahun 2013.

Pada kasus ini, ia divonis lima bula penjara di Rutan Magelang. Pada tahun 2019 ia kembali tersangkut perkara pidana penggelapan dan menjalani hukuman penjara selama satu tahun di Rutan Sleman Yogyakarta.

Kini mereka harus kembali mendekam di penjara. Polisi menjerat mereka dengan Pasal 363 Ayat (1) ke-4 dan ke 5 KUH Pidana Jo Pasal 53 Ayat (1) KUH Pidana.

Sementara Teguh merupakan residivis kasus pencurian sepeda motor pada tahun 2017. Ia menjalani hukuman penjara selama satu tahun di Rutan Yogyakarta.

Pada tahun 2018 ia kembali tersangkut perkara pidana pencurian handphone dan menjalani hukuman penjara selama satu setengah tahun di Rutan Sleman Yogyakarta.