
Purwokertokita.com – Seorang kakek berusia lanjut terpaksa berjualan kacang di Pantai Teluk Penyu, Cilacap, Jawa Tengah. Tiap hari, dia bermalam di halaman sebuah toko modern lantaran tak kuat untuk membayar transportasi ke Desanya di Desa Ayam Alas Kecamatan Kroya.
Salah satu anaknya buta. Dan dia berjualan untuk menyambung hidup lantaran anak-anaknya hanya bekerja sebagai buruh yang kerap berpindah tempat. Sedangkan anaknya yang lain, hanya bekerja sebagai pemulung.
Cerita ini pertamakali ditulis oleh Akun Devi Risti Saputri, warga Cilacap. Berikut kisahnya:
Alkisah, Devi tengah berwisata di Pantai Teluk Penyu Cilacap, ketika terjadi perbincangan diantara dua orang bapak dan ibu penjaga warung. Dua orang ini meneritakan nasib miris seorang kakek penjual kacang yang sudah puluhan tahun berjualan di pantai Teluk Penyu.
Devi pun bergegas menemui kakek penjual kacang. Lalu, terjadilah perbicangan yang menguras air mata. Semua perbincangan antara Devi dan kakek itu dengan bahasa jawa kromo atau halus.
“Kakek sudah lama berjualan disini?” tanya Devi. Kakek menjawab bahwa beliau sudah lama sekali berjualan di Telouk Penyu. “Sudah lama sekali, Nak.. Sejak kamu belum lahir,” jawab kakek.
Kakek rumahnya mana?” tanya dewi lagi.
“Rumah saya depan balai desa Ayam Alas, ada apotek masuk ke timur,” jawab kakek itu. Lalu si kakek bercerita kalau dia tidak bisa saban hari pulang lantaran berat membayar transportasi. Dan kakek ini terpaksa menginap di depan sebuah pasar modern.
“Anak saya ada yang buta matanya. Ada yang bekerja sebagai buruh, kerjana berpindah-pindah. Ada juga yang mencari rongsok,” ungkap kakek.
Devi bertanya, kenapa si kakek masih terus berjualan. Bukankah lebih nyaman berada di rumah.
“Saya berjualan karena butuh. Untuk memenuhi kebutuhan,” kira-kira begitu jawaban si kakek.
Sontak, kisah ini membuat banyak netizen meneteskan air mata. Seperti akun Bundhane Chandra yang mengaku langsung ingat bapaknya yang juga sudah sepuh. Dia juga berdoa semoga dagangan kakek ini laris.
Sementara, netizen lainnya Bahtiar mendoakan agar kakek senantiasa sehat.“ Semoga Allah memberikan kemudahan dalam segala urusan, diberikan kelancaran rizki, sehat sepanjang hayat. Aamiin ya Allah robal’alamin,” ucapnya.
Komentar bernada sedih juga diposting oleh puluhan netizen lainnya. Mereka berdoa, semoga si kakek selalu berada dalam lindungan Tuhan dan mendapat bantuan secepatnya.
Di akhir postingannya, Devi berharap pembaca sudi membeli dagangan si kakek. Lebih-lebih, jika pembaca ingin memberikan sebagian rejeki kepada kakek renta yang masih bersemangat mengarungi hidup.
Sumber: Devi Risti Saputri