20 Agu 2021

Blog Post

Suara-suara Penolakan PLTP di Gunung Slamet
Lingkungan

Suara-suara Penolakan PLTP di Gunung Slamet

Spanduk penolakan pembangunan PLTP Baturraden yang terpasang di Jalan Dokter Suparno Purwokerto. (Purwokertokita.com)

Purwokertokita.com – Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Gunung Slamet atau juga disebut PLTP Baturraden terus menuai penolakan dari berbagai pihak. Masyarakat dan berbagai elemen di wilayah Banyumas dan sekitarnya menyuarakan penolakan dengan beragam sarana seperti petisi online, spanduk, poster dan mural.

Sejak dua hari lalu, Rabu (24/5), beredar petisi online yang dibuat melalui Change.org, berisi tentang tuntutan kepada Presiden Joko Widodo dan delapan penerima lainnya untuk mencabut izin PLTP Baturraden. Sampai berita ini ditulis, pendukung petisi ini sudah mencapai lebih dari sebelas ribu pendukung.

Baca Juga  Membasahi Desa Kekeringan, Nasib Pompa Tenaga Air Terabaikan

Sebagian masyarakat yang ikut menandatangani petisi ini pun memiliki alasan masing-masing. Ikbal Herdiansyah misalnya, dia ikut menandatangani petisi karena menganggap Gunung Slamet sebagai rumahnya.

“Slamet itu rumahku, dengan alasan apa pun aku akan tetap melestarikan Gunung Slamet. Semua keluargaku adalah petani yang membutuhkan pasokan air bersih dari Gunung Slamet,” tulis Ikbal di laman Change.org.

Alasan lainnya juga dikemukakan oleh Jeni Suci Arifin, dia menginginkan lingkungan di sekitar tempat tinggalnya tetap asri. “Kami sudah hidup ratusan tahun tanpa proyek tersebut. Jika menurut mereka pembangunan proyek tersebut adalah kemajuan dalam hal pembangunan, saya lebih baik hidup seperti awalnya,” tulisnya.

Baca Juga  Membasahi Desa Kekeringan, Nasib Pompa Tenaga Air Terabaikan

Selain suara-suara penolakan menggunakan sarana petisi, ada sebagian masyarakat yang juga menyuarakan penolakan terhadap pembangunan PLTP Baturraden melalui spanduk, poster dan mural. Berikut ini foto-foto spanduk, poster dan mural yang banyak tersebar di sekitar Kota Purwokerto.

Mural penolakan PLTP Baturraden yang berada di Jalan Komisaris Bambang Suprapto Purwokerto. (Purwokertokita.com)
Salah satu poster atau juga dikenal dengan white paste yang tertempel di tembok Perempatan Kebon Kapol Purwokerto. (Purwokertokita.com)
Spanduk penolakan pembangunan PLTP Baturraden yang terpasang di Jalan Dokter Suparno Purwokerto. (Purwokertokita.com)