local media summit

Menikmati Rasa Maknyuus Sate Bebek Pak Encus
Kuliner

Menikmati Rasa Maknyuus Sate Bebek Pak Encus

Sate Bebek Pak Encus
Hidangan menu sate bebek Pak Encus (Uwin Chandra / Purwokertokita.com)

Purwokertokita.com – Jika anda melintas di wilayah Tambak Banyumas, Jawa Tengah, pastinya akan melihat deretan warung makan yang menawarkan kuliner khas dari olahan baku daging bebek.

Bagi warga sekitar, ada satu warung makan bebek yang dikenal sejak lama, yakni Warung Sate Pak Encus. Warung yang satu ini dikenal memiliki andil mengenalkan Kecamatan Tambak sebagai kota bebek di Kabupaten Banyumas.

Adalah Panji Susilo (51) dan Antini (50) yang memulai usaha makanan ini di tahun 1994. Mereka memulai usaha dengan mendirikan warung makan kecil di pinggir Jalan Raya Tambak, Banyumas. Dengan bermodal Rp 250 ribu, mereka memulai usaha yang kala itu jarang dilirik orang lain.

“Dulu saya ingat, harga seporsi sate bebek hanya Rp 2.500. Kebetulan istri saya suka memasak dan membuat inovasi, ternyata bumbu racikannya cocok di lidah pelanggan,” kenang Panji yang akrab dipanggil Encus.

Waktu ternyata berpihak pada usaha Pak Encus, rumah makan dikelolanya semakin berkembang karena memiliki pelanggan tetap. Encus mengatakan ketika musim lebaran, membutuhkan sekitar seribuan ekor bebek untuk diolah dalam berbagai sajian.

“Saat ini tidak hanya sate bebek yang disajikan, tetapi juga gulai, rica-rica, dan tak lupa bebek goreng serta bakar,” ujarnya.

rica-rica bebek
Rica-rica, salah satu menu andalan dari warung Pak Encus (Uwin Chandra / Purwokertokita.com)

Diakuinya, beberapa menu terakhir yang disebut, merupakan permintaan pelanggan setia. Permintaan pelanggan itu dijawab Encus dan istri, dengan membuat sajian inovasi, tak kalah dengan citarasa daging bebek olahan restoran besar.

“Ternyata pelanggan tetap antusias dengan menu bebek goreng dan bebek bakar hasil inovasi di tahun 2007,” jelasnya.

Soal rasa, Encus percaya polisi untuk terus memegang resep dan racikan bumbu tradisi yang menjadi citarasa khas warungnya sejak kali pertama dibuka. “Banyak pelanggan setia yang bilang citarasa masakan bebek Pak Encus tidak berubah,” ucapnya.

Istri Encus, Antini, yang menjadi juru masak membuka beberapa rahasia dapur warungnya yang tak pernah sepi dari pesanan. Sebelum mengolah, Antini mengakui harus memperhatikan dalam proses pemilihan bahan baku.

Untuk bahan baku daging bebek, umpamanya, ia memilih daging bebek muda agar tetap terjaga keempukan dagingnya saat dicicip pelanggan. Diakuinya, untuk pengolahan daging bebek tidak dilakukan dengan cara presto, tetapi merebusnya sekitar tiga jam.

“Selain itu, kebersihan daging bebek yang akan diolah harus diperhatikan. Karena kunci utama agar daging tidak bau dan bisa tahan lama, ada pada kebersihan daging. Sedangkan untuk bumbu masak, saya rasa sama dengan yang lain seperti kunyit, kemiri, jahe dan rempah-rempah,” tambah Antini.

Tak heran, jika hidangan daging bebek terasa empuk saat dilahap dan dikunyah dalam mulut. Lengkap dengan pilihan sambal kecap dan kacang.

Kenikmatan olahan di Warung Pak Encus, diakui salah satu pelanggannya, Darmawan (40). Diakuinya, rasa daging bebek di Warung makan Pak Encus tidak kalah dengan olahan rumah makan terkenal dengan bahan baku serupa.

“Rasa daging bebeknya gurih, empuk, halus dan terasa berbeda dengan olahan restoran bebek terkemuka. Kalau rica-rica bebeknya, rasanya pedas dan segar, pas dengan olahan daging bebek yang empuk saat dikunyah. Pokoknya, hidangan di warung Pak Encus maknyuuus,” katanya setelah melahap habis sepiring rica-rica yang dipesannya.

Soal harga, menurut Dharmawan, semua sajian di Warung Pak Encus sudah sepadan dengan kenikmatan yang dihidangkan.

Olahan bebek di Warung Pak Encus bisa anda nikmati mulai pukul 07.00 sampai 24.00. Nah, sekarang giliran anda mencoba kuliner khas di Tambak Banyumas Jawa Tengah.

Uwin Chandra

Related posts