Menyasar Manis Legit Pasar Ekspor Gula Semut Banyumas

Bisnis, Lingkungan403 Dilihat
Gula semut kemasan (sumber: pasardesa.id)
Gula semut aren kemasan (sumber: pasardesa.id)

Purwokertokita.com – Pemerintah Kabupaten Banyumas Jawa Tengah menyatakan bersedia menanggung biaya sertifikasi organik gula semut atau kristal untuk menggenjot produksi demi memenuhi kuota ekspor gula kristal.

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan untuk memenuhi permintaan luar negeri, baiknya gula kristal memang harus tersertifikasi. Menurutnya, persoalan belum adanya sertifikasi menjadi penghambat koperasi atau eksportir yang memiliki peluang pasar luar negeri lantaran biayanya yang mahal.

“Kalau sekarang biaya sertifikasi ditanggung oleh koperasi dan ditanggung eksportir. Yang ingin kami lakukan, bahwa sertifikasi ditanggung oleh pemerintah,” katanya.

Saat ini di Banyumas baru sekira 3000 pengrajin yang mendapat sertifikat. Ditargetkan pada tahun 2016 meningkat menjadi 4000 pengrajin gula kristal bersertifikat.

“Masyarakat nanti tinggal menerima hasilnya dan tinggal mengekspor,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Banyumas, kata Husein, juga bersedia membeli alat pembuat gula kristal otomatis untuk menekan biaya produksi yang sebagian besar masih manual.

“Kalau kita lihat sebagian besar produksi, 80 persen masih manual. Belum ada otomatisasi mesin. Masukkan nira, keluar ‘jeder’ keluar gula kristal. Kalau ada mesin seperti itu, pemerintah Kabupaten Banyumas akan beli,” tegasnya.

Sementara, Ketua Bidang Produksi Kelompok Tani Nelayan Indonesia (KTNI) Jawa Tengah, Suherman mengatakan peluang ekspor gula kristal masih sangat tinggi. Dari 5000-an ton potensi ekspor, baru sekira 2000 ton yang bisa dipenuhi.

Menurut dia, Kabupaten Banyumas dan Cilacap merupakan dua daerah dengan populasi pengrajin gula kelapa terbanyak di Jawa Tengah.

“Gula kristal amat diminati kalangan menengah atas. Hal ini disebabkan gula kristal dalam proses pembuatannya harus secara organik. Jika tidak organik, maka gula akan menggumpal tidak mengkristal,” ungkap Suherman.

Suherman mengatakan, selain berpotensi ekspor, pihaknya juga mendorong agar gula kristal masuk ke pasar modern, menyuplai langsung ke hotel dan rumah makan.

Tinggalkan Balasan