Wakil Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman./Foto: Humas Pemkab Cilacap

PURWOKERTOKITA.COM, CILACAP – Wakil Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, menyatakan akan memperluas Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Bengawan Donan dari 800 hektare menjadi 4.000 hektare. Perluasan kawasan yang memanfaatkan kawasan hutan Kutawaru ini dilakukan untuk mendukung percepatan perluasan kilang Pertamina RU IV Cilacap melalui Refinery Development Master Plan (RDMP).

“Sebab melalui proyek RDMP, nantinya akan banyak usaha turunan. Sedangkan Kawasan Industri Cilacap saat ini sudah penuh sehingga perlu perluasan,” kata Syamsul dalam Rakor Bersama Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Jumat (26/2) lalu .

Baca Juga  Gelar Pasar Murah, Bulog Banyumas Berupaya Stabilkan Harga

Pemkab Cilacap mengusulkan perubahan status kawasan hutan Kutawaru menjadi KPI disisipkan dalam proses penyusunan Perpres Kawasan Strategis Nasional. Pilihan lainnya dengan mengusulkan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) melalui koordinasi dengan Ditjen PKTL KLHK.

“Kawasan Kutawaru akan dimanfaatkan menjadi KPI Donan melalui perubahan status lahan. Yakni dari kawasan hutan menjadi kawasan budidaya,” ujar dia.

Baca Juga  126 Orang Terjaring Razia Narkotika BNN Cilacap, Hasilnya?

Kawasan hutan Kutawaru akan ditukar guling dengan kawasan di sekitar Kecamatan Kampung Laut. Usulan ini akan melalui kajian agar tidak bertentangan dengan regulasi yang ada.

“Hasilnya akan disampaikan kepada pimpinan. Dilihat dari potensi yang ada memang sangat baik, tapi kami berharap tidak ada aturan yang dilanggar,” kata Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Dirhansyah Conbul.