Tim gabungan mengevakuasi material longsor di Desa Pringamba, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Minggu (7/3/2021). /Foto: BPBD Banjarnegara.

PURWOKERTOKITA.COM, BANJARNEGARA – Intensitas hujan tinggi yang terjadi sejak Sabtu (6/3/2021) memicu tanah longsor di Dusun Kaligintung RT 3 RW 2 Desa Pringamba, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara.

Pada pukul 16.30 WIB, tebing longsor dan mengancam rumah warga. Tidak ada korban jiwa dan kerusakan pada kejadian tersebut. Namun akibat kejadian itu, penghuni dua rumah yang terancam longsor harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Banjarnegara, Raib Sekhudin, mengatakan tening yang longsor memiliki ketinggian 50 meter dan lebar 35 meter.

“Meski tidak ada kerusakan rumah dan korban jiwa, kita sepakat mengambil langkah evakuasi penghuni rumah terancam. Penghuni rumah terancam mengungsi di rumah kerabat yang masih di alamat yang sama,’’ ujar Raib.

Baca Juga  Bertaruh Nyawa Selamatkan Tas, Pemancing Asal Banjarnegara Mati Tenggelam

BPBD telah mengirim logistik untuk memenuhi kebutuhan pengungsi dan orang-orang peserta kerja bakti yang membersihkan material longsor. Mereka yang terlibat pada proses evakuasi warga dan barang-barang dari rumah warga antara lain personel BPBD, tim relawan gabungan, TNI dan POLRI.

“Kita kerja bakti membuat terasering. Pohon-pohon yang tumbang akibat longsor juga kita potong,” kata Hardiono, Angota Desa Tangguh Bencana Pringamba atau Primagana.

Pemerintah Desa Pringamba Sigaluh juga telah membentuk Pos Penanganan Tanah Longsor untuk mempercepat penanganan. Selain mengancam permukiman, di titik lain di dusun yang sama material longsor juga menutup akses jalan desa.

Baca Juga  Gubernur Kampanye Jateng di Rumah Saja, Bupati Banjarnegara Izinkan Pasar dan Toko Tetap Buka

Kalaksa BPBD Kabupaten Banjarnegara,Aris Sudaryanto, mengimbau agar warga yang tinggal di kawasan rawan bencana baik longsor maupun banjir untuk selalu waspada.

“Cuaca ekstrem seperti hujan intensitas tinggi dan angin kencang diperkirakan akan kerap terjadi sampai awal bulan April. Jadi warga di lokasi rawan bencana harus senantiasa waspada. Pada Minggu (7/3/2021) kemarin saja sudah ada empat laporan kejadian tanah longsor,” kata Aris.