Kampung Kitiran, Destinasi Wisata Baru di Purbalingga

Wisata552 Dilihat
Kampung Kitiran menjadi destinasi wisata baru di Dusun Lipakgombong, Desa Karangjengkol, Kecamatan Kutasari, Purbalingga.

Purwokertokita.com – Mendengarkan bunyi kitiran bambu yang khas, sambil menikmati udara sejuk pedesaan, tentunya menjadi klangenan tersendiri bagi masyarakat perkotaan. Suasana seperti ini bisa Anda temui di Dusun Lipakgombong, Desa Karangjengkol, Kecamatan Kutasari, Purbalingga.

Pegiat wisata di Desa Karangjengkol bersama Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purbalingga, sengaja menyiapkan lebih dari 60 kitiran bambu berukuran besar yang menjadi daya tarik dari tempat ini.

Kampung yang berada hanya 900 meter dari jalur wana wisata Baturraden – Serang ini, memiliki daya tarik lain berupa arena menara selfie, jalur offroad sepeda motor, jalur tracking Jeep, arena jogging jalan setapak, camping ground dan juga dilengkapi dengan dua buah curug.

Kepala Bidang Pariwisata pada Dinporapar Purbalingga, Prayitno mengatakan, dipilihnya kitiran dari bambu sebagai ikon wisata, karena banyak warga setempat yang pintar membuat kitiran. Kitiran biasanya dibuat untuk mengusir burung di persawahan, namun di kampung Lipakgombong tidak ada persawahan.

“Warga mulai bersemangat untuk membuat kampungnya sebagai destinasi wisata. Ini berkat dibukanya jalan tembus menuju jalur Baturraden – Serang melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD),” kata Prayitno, Rabu (1/8).

Sementara, menurut Prayitno, dua buah curug yang ada di desa ini, yakni Curug Tembelang dan Curug Talangmas berada di areal Perhutani yang berjarak sekitar 800 meter dari lokasi tanah Pemkab yang dimanfaatkan warga untuk Kampung Kitiran.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan petugas Perhutani untuk memanfaatkan curug itu sebagai destinasi wisata,” ujarnya.

Prayitno menjelaskan, jalur di Dusun Lipakgombong setiap hari Sabtu dan Minggu atau hari libur banyak dilalui oleh para penggemar motor offroad guna mencoba lintasan. Pada akhir bulan Juli lalu juga menjadi jalur lomba offroad yang digelar oleh komunitas offroad Purwokerto.

Sementara itu, Pegiat wisata Desa Karangjengkol, Kusyanto mengatakan, Pada libur Lebaran lalu, meski daya tarik yang dibuat belum banyak, destinasi wisata baru ini sudah ramai pengunjung.

“Selain potensi alam hutan yang sejuk, di kampung Lipakgombong juga ada hal yang unik, yakni petilasan Tamansari, bukit Kembang yang ditumbuhi tanaman Serai keramat sejak jaman Belanda,” kata Kusyanto.

Pegiat wisata lainnya, Sian Saputra menambahkan, untuk melengkapi daya tarik wisata, pihaknya tengah menyiapkan wisata berkuda, kuliner khas desa dari nasi jagung dan minuman kopi khas Lipakgombong.

“Lahan pertanian warga di sini banyak ditanami tanaman alba, kopi, jagung dan kebun nanas. Potensi itu yang akan kami kembangkan untuk mendukung Kampung Kitiran,” kata Sian Saputra. (YS)

Tinggalkan Balasan