
Purwokertokita.com – Ini contoh baik buat pemuda jomblo yang susah move on di Purwokerto dan sekitarnya. Meski baru putus pacaran, tak membuat Pri Anton Subardio patah arang larut dalam kesendiriannya. Pemuda asli Purwokerto ini, bahkan langsung move on membuat inovasi aplikasi yang ciamik.
Pria lulusan Politeknik Pratama Purwokerto ini, meluncurkan aplikasi Panggil Bibi untuk membantu penghuni kos-kosan atau ibu rumah tangga yang tak memiliki waktu membersihkan rumah. Inspirasi aplikasi ini menurut Anton berawal dari kisah nyata dari sang ibu bersama teman-temanya di Desa Bersole, Banyumas.
Dari perbincangan tersebut, ia mengetahui banyak warga, terutama kaum ibu yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah atau menjaga warung setelah menyiapkan sarapan bagi anak dan suami yang berangkat kerja.
“Kemudian ada yang cerita ingin ada gojek di sini dari salah satu ibu-ibu. Ya udah, dari situ, saya berpikir dan berinisiatif buat aplikasi Panggil Bibi dengan nomor call center ibu,” katanya saat diwawancara Purwokertokita.com, Senin (22/2).
Panggil Bibi, jelas Anton, dibuat berdasar kemampuan ibu-ibu yang bisa diperbantukan menjadi asisten rumah tangga. Harapan Anton, setelah adanya aplikasi tersebut, bisa membantu perekonomian keluarga yang masih kekurangan dengan cara yang mudah melalui aplikasi seluler pintar tersebut.
“Memang tumbuhnya aplikasi ini belum hebat banget, tetapi ini niat untuk membantu ekonomi mereka, namanya juga startup dan belum banyak yang tahu. Tapi nggak ada niat buruk untuk merendahkan derajat ibu-ibu, karena niat awalnya baik dan itu permintaan ibu-ibu, akhirnya kami terjemahkan jadi aplikasi,” jelasnya.
Meski belum dikenal luas di Purwokerto, aplikasi serupa juga akan dipakai di Jakarta dan Bekasi, karena di wilayah tersebut sangat membutuhkan aplikasi ini. Masih menurutnya, aplikasi Panggil Bibi baru bisa melayani wilayah Purwokerto dan sekitarnya.
Ia menegaskan aplikasi ini juga tidak untuk merekrut asisten rumah tangga yang dipekerjakan dalam waktu lama. Karena, aplikasi ini dikhususkan untuk yang membutuhkan jasa bersih rumah dalam waktu tertentu.
“Ini khusus untuk kosan dan rumah, sehari para bibi bisa rapi-rapi tiga hingga empat rumah. Jadi bukan jasa buat merekrut pembantu, tetapi memanggilnya untuk merapikan rumah dalam waktu sekitar satu hingga dua jam,” jelasnya.
Dalam metodenya, setelah pengguna aplikasi akan terhubung call center. Setelah itu, pihak call center akan mengontak para bibi yang siap melakukan pekerjaan tersebut.
“Untuk persoalan biaya, bagi pengguna yang menggunakan jasa bibi untuk bersih kamar kos hanya dikenai biaya Rp 25 ribu sedangkan rumah dikenai biaya Rp 100 ribu di wilayah Purwokerto,” katanya.
Nah, bagi yang ingin mendapatkan layanan Panggil Bibi, karya pemuda jomblo berprestasi asal Purwokerto, bisa langsung unduh aplikasinya di google play store. Asyiik kan…