Dikabarkan Depresi, Keluarga TKI Korban Perkosaan Taiwan Asal Cilacap Minta Anaknya Dipulangkan

Peristiwa410 Dilihat
Ayah dan ibu TKI korban perkosaan di Taiwan, PR, Salam dan dan ibu Tusiyah. (Foto: purwokertokita.com/Ridlo)
Ayah dan ibu TKI korban perkosaan di Taiwan, PR, Salam dan dan ibu Tusiyah. (Foto: purwokertokita.com/Ridlo)

Purwokertokita.com – Keluarga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Cilacap yang menjadi korban perkosaan di Taiwan, PR, meminta agar korban dipulangkan ke kampung halamannya saja. Apalagi, muncul kabar, korban mengalami depresi di shelter rumah aman di Taichung, Taiwan.

Ayah korban, Salam mengatakan ia berharap agar anaknya dipulangkan agar traumanya sembuh. Setelah itu, baru anaknya boleh mengambil keputusan apakah akan meneruskan kontrak kerja atau tidak. “Yang penting sekarang pulang dulu supaya sembuh. Kalau stres juga sembuh. Kumpul dengan keluarga dulu,” katanya, Rabu (23/11).

Salam mengungkap, sebenarnya korban sejak awal bekerja di Taichung, Taiwan sudah mengeluh bahwa majikannya suka mabuk-mabukan. Namun, Salam tidak menduga, majikan anaknya itu tega memperkosa anaknya. “Bagaimanapun, ini sangat melukai harga diri saya. Tega-teganya majikan memperkosa pembantunya,” ujar Salam.

Tusiyah, ibu korban membenarkan anaknya pernah menelponnya dan memberitahu bahwa majikannya galak dan suka mabuk. Namun, Tusiyah berkeyakinan, majikannya tidak akan berbuat sejauh itu. “Kalau saya sekarang inginnya anak saya pulang saja dulu. Jangan sampai di Taiwan malah jadi sakit,” ujar Tusiyah.

Dikonfirmasi, Koordinator Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Cilacap, Ervie Kusumasari mengatakan korban saat berada di shelter rumah aman Taichung, Taiwan. Dia mengaku, dari koordinasi terakhirnya dengan Kementerian Luar Negeri saat ini kondisi mental korban sudah stabil. “Kalau korban inginnya akan tetap di Taiwan dan meneruskan kontrak kerjanya dengan berganti majikan,” ujarnya.

Ervi menjelaskan, lantaran kasusnya masih berjalan, korban belum bisa bekerja karena izin kerjanya sementara waktu dibekukan hingga kasusnya selesai. Sedangkan pelaku perkosaan yang merupakan majikan korban saat ini masih ditahan dan menunggu proses persidangan. “Kalau kemarin saat koordinasi, ke kedutaan, karena prosesnya sedang berjalan. Belum ada putusannya karena sidang memang sedang berjalan,” ujarnya.

Ervie menambahkan, pihaknya juga sudah mengupayakan asuransi TKI yang dimiliki oleh korban. Kata dia, asuransi sebesar Rp50 juta sudah dicairkan dan langsung ditransfer ke rekening korban. P4TKI Cilacap juga terus berkomunikasi dengan pihak keluarga korban di Cilacap serta sejumlah LSM yang intensif mendampingi kasus ini.

“Kita juga koordinasi dengan PT-nya. Kalau asuransi sudah yang Taiwan, nilainya Rp50 juta. Itu kan memang harus langsung ke rekening yang bersangkutan di Taiwan. Karena itu hak dia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan