Perajin layang-layang di Desa Banjarparakan Kecamatan Rawalo Banyumas sedang menjual layang-layang di rumahnya, Rabu (12/8). (Arisandria/Purwokertokita.com)
Seorang warga mencoba menerbangkan layang-layang di sawah yang sudah mengering. (Arisandria/Purwokertokita.com)
Perajin layang-layang di Desa Banjarparakan Kecamatan Rawalo Banyumas sedang menjual layang-layang di rumahnya, Rabu (12/8). (Arisandria/Purwokertokita.com)
Satu layang-layang dijual Rp 17.500. Mereka menjual layang-layang itu ke Padang, Medan, Aceh dan daerah lainnya di sekitar Banyumas. Seorang perajin bisa menyelesaikan sekitar 30 hingga 100 layang-layang. Musim kemarau pesanan layang-layang meningkat karena digunakan anak-anak untuk bermain di sawah kering. (Arisandria/Purwokertokita.com)
Perajin layang-layang di Desa Banjarparakan Kecamatan Rawalo Banyumas sedang membuat layang-layang di rumahnya, Rabu (12/8). (Arisandria/Purwokertokita.com)
Perajin layang-layang di Desa Banjarparakan Kecamatan Rawalo Banyumas sedang membuat layang-layang di rumahnya, Rabu (12/8). (Arisandria/Purwokertokita.com)
Perajin layang-layang di Desa Banjarparakan Kecamatan Rawalo Banyumas sedang membuat layang-layang di rumahnya, Rabu (12/8). (Arisandria/Purwokertokita.com)