Home Bisnis Juni 2018, Inflasi Purwokerto Tertinggi di Jateng

Juni 2018, Inflasi Purwokerto Tertinggi di Jateng

Aktivitas Pasar Manis Purwokerto yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. (Uwin Chandra/Purwokertokita.com)

Purwokertokita.com – Badan Pusat Statisitik (BPS) Kabupaten Banyumas mencatat pada Juni tahun 2018, Kota Purwokerto mengalami inflasi sebesar 0,97 persen. Besaran ini merupakan angka tertinggi dari lima kota lainnya, serta dari tingkat nasional dan provinsi.

Staf Distribusi BPS Kabupaten Banyumas, Amaniatun Solikhah mengatakan, tingginya angka inflasi Juni karena bertepatan dengan Ramadan dan Lebaran. Komoditas yang menyumbang inflasi tertinggi adalah daging ayam ras sebesar 0,27 persen.

“Inflasi juga disumbang angkutan antar kota 0,14 persen, satai 0,11 persen, sewa kendaraan atau rental 0,05 persen,
kacang panjang dan kangkung masing-masing 0,04 persen, cabai rawit dan cabai merah masing-masing 0,03 persen, serta tarif kereta api dan es masing-masing 0,02 persen,” katanya.

Dia menambahkan, kenaikan beberapa komoditas juga mendongkrak nilai inflasi. Pada subkelompok daging dan hasil-hasilnya 10,32 persen, ikan segar 4,11 persen, ikan awetan 1,40 persen, sayur mayur 5,32 persen, kacang-kacangan 0,35 persen, bumbu-bumbuan 3,60 persen, lemak dan minyak 0,09 persen, serta subkelompok bahan makanan lainnya sebesar 5,89 persen.

Amaniatun menuturkan, kota Purwokerto pada Juni 2018 berdasarkan penghitungan inflasi tahun kalender point to point sebesar 1,94 persen. Sementara inflasi year on year (yoy) sebesar 2,59 persen.

“Deflasi hanya terjadi pada tiga subkelompok, yaitu subkelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya 1,09 persen, telur, susu dan hasil-hasilnya 0,69 persen, serta subkelompok buah-buahan 0,52 persen,” jelasnya.

Amaniatun berharap pada bulan Juli tahun ini, Purwokerto tak mengalami inflasi lagi. Sebab, kondisi tersebut dapat berdampak kepada bertambahnya penduduk miskin dan jumlah pengangguran, menurunnya derajat kesehatan, melemahnya daya beli masyarakat, serta pertumbuhan sektor riil melambat yang dikhawatirkan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Purwokerto, Agus Chusaini menjelaskan, kenaikan harga daging ayam ras memang diprediksi menjadi penyumbang tertinggi inflasi bulan Juni. Meski libur Lebaran sudah berakhir, harga komoditas tersebut masih tinggi.

“Sekarang (harga) daging ayam ras mulai turun setelah Lebaran. Tapi masih tinggi Rp 37 ribu per kilogram. Harga normal biasanya Rp 35 ribu,” kata Agus. (NS)

Baca Juga

BRT Siap Beroperasi di Purwokerto, Ini Lokasi Halte dan Tarifnya

Purwokertokita.com – Bus Rapid Transit (BRT) siap beroperasi pada akhir Juli ini ata…