
Purwokertokita.com – Membeludaknya pengunjung pada Festival Memberi Makan Kera atau Rewandha Bojana di kompleks Masjid Saka Tunggal, Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, membuat ratusan kera ekor panjang takut untuk memperebutkan Gligir Wohwohan (gunungan) sayur dan buah yang dibawa oleh peserta pawai, Minggu (7/10).
Keberadaan pagar pembatas penonton yang telah disiapkan menjadi tidak berfungsi lantaran pengunjung tidak tertib. Pengunjung kemudian berinisiatif mengambil makanan yang disajikan dan dilemparkan kepada rombongan kera.
Kepala Seksi Promosi dan Pemasaran Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Nunus Danianto mengatakan, kejadian ini sebetulnya sudah diantisipasi dengan pagar pembatas. Namun penonton yang penasaran ternyata dapat masuk melalui halaman rumah warga.
“Sebenarnya sudah diantisipasi dengan pagar pembatas. Tapi ternyata tidak mampu membendung ribuan pengunjung. Tahun ini, penonton meningkat tiga kali lipat, sekitar 7.000 orang,” ujar Nunus.
Menurut Nunus, karena tempat yang sempit dan sulit menampung pengunjung dengan jumlah yang banyak, ke depannya dibutuhkan evaluasi dan perluasan tempat untuk area festival ini.
Sebelum disajikan untuk diperebutkan oleh kera, gunungan buah diarak oleh 13 peserta pawai dari desa di Kecamatan Wangon, pelaku wisata dan kalangan pengusaha dari Pendapa Paguyuban Kawula Keraton Surakarta Hadiningrat (Pakasa) desa setempat menuju halaman parkir Masjid Saka Tunggal. Sementara di lapangan parkir, sejumlah hiburan seni tradisi dipentaskan menjadi suguhan untuk pengunjung.
Salah satu pengunjung, Setyo Nurdiono mengaku kecewa atas kejadian tidak tertibnya pengunjung pada tahun ini. Menurutnya, banyak pehobi foto yang kesulitan mendapatkan momen ketika ratusan kera memperebutkan gunungan buah seperti yang diharapkan.
“Atraksi ini menarik bagi wisatawan yang berkunjung. Tapi jadi tidak menarik karena pengunjung yang tidak tertib,” kata dia. (NS/YS)
Baca : Legenda Keberadaan Kera Jelmaan Santri di Masjid Saka Tunggal