Kisah Inspiratif Mahasiswa Internasional Palestina di UMP 

Diceritakan Kepada Santri di Tegal

Peristiwa46 Dilihat

PURWOKERTOKITA.COM, BANYUMAS – Mahasiswa Palestina asal Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Samar T.M. Alhaj, mengisahkan cerita inspiratif di hadapan para santri di Pondok Pesantren Muhammadiyah, yaitu PP Zaenab Masykur Adiwerna, Tegal, PP Ahmad Dahlan Balapulang Kabupaten Tegal dan SD Budi Mulia Muhammadiyah Adiwerna.

Samar menjadi bintang tamu pada sebuah acara di dua Pondok Pesantren Muhammadiyah, yaitu PP Zaenab Masykur Adiwerna, Tegal, PP Ahmad Dahlan Balapulang Kabupaten Tegal dan SD Budi Mulia Muhammadiyah Adiwerna. Dalam kesempatan tersebut, Samar berbagi kisah inspiratifnya, menggugah hati dan memotivasi puluhan santri yang hadir.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kolaborasi antara Fakultas Agama Islam (FAI) UMP dan FKKS (Forum Komunikasi Kepala Sekolah) Kabupaten Tegal. Samar, mahasiswi kelas internasional UMP asal Palestina, memberikan pandangan pribadi tentang kondisi di Palestina dan perjuangan yang dihadapi oleh masyarakatnya.

Baca juga: Kunjungi Banyumas dan Cilacap, Jokowi Resmikan Jembatan Bernilai Puluhan Miliar

Para santri tampak antusias dan terinspirasi oleh kisah Samar, yang juga berbagi tentang kehidupan dan studinya di Indonesia. Kehadiran mahasiswi asal Palestina ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang realitas di Palestina, yang saat ini tengah menjadi perhatian dunia.

Ketua Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam di FAI UMP, Dr Darodjat MAg, menyampaikan bahwa kehadiran Samar dalam kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya FAI UMP dalam mempromosikan dan kolaborasi memajukan pendidikan Islam, mengenalkan dan memahamkan para santri tentang berbagai realitas global, termasuk kondisi sosial dan politik di Palestina.

“Kami percaya bahwa melalui pengalaman langsung seperti ini, mahasiswa dapat mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai isu global dan menjadi pribadi yang peduli dan berkomitmen,” ungkap Dr Darodjat MAg. saat dikonfirmasi, Rabu (10/1/2024).

Baca juga: Gaya Nyentrik Menteri Basuki Hadimuljono Jadi Kusir di Kota Lama Banyumas Jadi Sorotan

Acara tersebut tidak sekadar pertukaran kisah, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara mahasiswa UMP dan FKKS untuk meningkatkan kolaborasi dan peningkatan wawasan global pendidikan Islam di Kabupaten Tegal. Mahasiswa Palestina ini juga mengajak para santri untuk bertanya dan berdiskusi, menciptakan suasana yang interaktif dan penuh inspirasi.

“Semoga kolaborasi semacam ini dapat terus memberikan dampak positif dan memperkaya pengalaman, kolaborasi memajukan mendidikan dan meningkatan wawasan global, dan mutu pendidikan mahasiswa UMP, sambil turut membangun jembatan persahabatan dan pemahaman lintas budaya,” jelasnya.

Para santri tampak berlinang air mata

Beberapa di antaranya tampak berlinang air mata mendengarkan pengalaman hidup yang penuh perjuangan dari Samar. Sebagai mahasiswi kelas internasional UMP asal Palestina, Samar membagikan realitas kehidupan di Palestina dan pengalaman studinya di Indonesia.

Keberanian Samar dalam berbicara mengenai perjuangan dan kehidupan sehari-hari di Palestina menyentuh hati para santri. Kehadirannya di acara tersebut tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga membawa atmosfer kepedulian dan empati di tengah-tengah santri.

Tinggalkan Balasan