Pencanangan vaksinasi covid-19 di cilacap
Suasana pencanangan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Cilacap,Senin (25/1/2020)./Foto:Istimewa

“Karena ini mendadak sehingga nanti ada refocusing tapi untuk hal-hal yang bukan prioritas. Amanat Menteri Keuangan 4 persen dari DAU. Kurang lebih Rp 40 – 50 miliar.”

Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Farid Ma’ruf

Purwokertokita.com, Cilacap – Pemerintah ternyata juga membebankan pengadaan vaksin kepada pemerintah daerah. Kabupaten Cilacap mengalokasikan Rp 40 miliar hingga Rp 50 miliar untuk pengadaan vaksin Covid-19.

Pengadaan dengan anggaran APBD ini merupakan bagian dari amanat Kementerian Keuangan yang harus dilaksanakan. Meskipun demikian, Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Farid Ma’ruf memastikan pengadaan vaksin tidak berdampak signifikan terhadap keuangan daerah.

“Karena ini mendadak sehingga nanti ada refocusing tapi untuk hal hal yang bukan prioritas. Amanat Menteri Keuangan 4 persen dari DAU. Kurang lebih Rp 40 – 50 miliar,” kata Farid, Senin (25/1/2021).

Kebutuhan vaksin di Cilacap terbagi untuk beberapa kalangan, antara lain tenaga kesehatan, pegawai di sektor pelayanan publik, dan masyarakat rentan. Tenaga kesehatan menjadi sasaran utama vaksinasi Covid-19.

Di Cilacap ada 5.854 tenaga Kesehatan yang bertugas di RSUD Cilacap, RSUD Majenang, Puskesmas, Puskesmas pembantu, serta sejumlah layanan kesehatan lainnya mulai divaksin Covid-19.

https://purwokertokita.com/peristiwa/masuk-banyumas-wajib-rapid-test-antigen-kecuali-orang-orang-ini.php

Setelah tenaga kesehatan, kelompok lain yang akan divaksin yakni pelayan publik sebanyak 42.106 orang. Selanjutnya ada masyarakat rentan berdasarkan risiko paparan dan usianya sebanyak 598.668 orang.

Masyarakat umum sebanyak 262.664 orang, dan masyarakat rentan lainnya sebanyak 216.838 orang. Total keseluruhan masyarakat penerima vaksin di Kabupaten Cilacap sebanyak 1.146.132 orang.

“Vaksinasi tahap I dijadwalkan selama empat hari mulai Senin 25 Januari hingga Kamis 28 Januari 2021”, kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr Pramesti Griana Dewi.

Vaksinasi tahap pertama menggunakan vaksin Sinovac. Setiap sasaran vaksinasi akan menerima dua dosis (0,5 ml/dosis).

Dosis pertama akan diberikan pada saat pencanangan. Sedangkan dosis selanjutnya akan diberikan 14 hari setelah vaksin pertama, atau tanggal 8 Februari 2021.

https://purwokertokita.com/peristiwa/bupati-purbalingga-tak-lolos-screening-vaksinasi-covid-19-kok-bisa.php

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji membuka vaksinasi untuk tenaga kesehatan yang menjadi prioritas utama percepatan vaksinasi Covid-19. Pencanangan ditandai dengan vaksinasi kepada Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, dan pimpinan Forkopimda Kabupaten Cilacap di Aula RSUD Cilacap.

Dalam pencanangan vaksinasi ini, penerima vaksin mengikuti alur yang disipakan Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap. Pertama para calon penerima vaksin menjalani pendataan di meja pendaftaran dan screening. Jika memenuhi syarat, yang bersangkutan bisa menerima suntikan vaksin dan menerima kartu vaksinasi Covid-19.

Tatto menjelaskan, vaksinasi menjadi bagian penting dalam percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Cilacap. Namun ia menyayangkan banyak berita hoaks yang berpotensi menghambat proses vaksinasi.

“Banyak berita hoax, ini yang membuat masyarakat takut divaksinasi,” ucapnya.