Curahan Hati Seorang Suporter Persibas

Bola354 Dilihat
Pendukung kesebelasan Persibas Banyumas atau yang dikenal sebagai Laskar Bawor sedang membalas lemparan batu ke arah pendukung kesebelasan Persibangga Purbalingga, Rabu (22/2) petang di Stadion Goentoer Darjono. (Aris Andrianto/Purwokertokita.com)
Pendukung kesebelasan Persibas Banyumas atau yang dikenal sebagai Laskar Bombastik sedang membalas lemparan batu ke arah pendukung kesebelasan Persibangga Purbalingga, beberapa waktu lalu di Stadion Goentoer Darjono. (Aris Andrianto/Purwokertokita.com)

Purwokertokita.com – Menjadi anggota Laskar Bombastik adalah kebanggaan tersendiri. Mereka adalah penyaksi sejarah berdarah-darahnya Persibas di kancah persepakbolaan nasional.

Ada kerinduan mendalam dari seorang suporter Persibas agar kesebelasan ini bisa sejajar dengan kesebelasan lain di tanah air. Juga otokritik untuk Laskar Bombastik. Begini curahan hati suporter Persibas ini yang diambil dari laman Persibas Banyumas.

Tak terasa telah dua musim saya menjadi supporter Persibas Banyumas. Hampir setiap laga Persibas aku ikuti mulai Divisi 2 th.2010,dengan sistem Home turnamen dan kebetulan kita tidak pernah menjadi tuan rumah.hingga musim ini di Divisi 1. setiap laga juga ada kisahnya. Dari atmosfer panas saat bertemu PSCS di piala suratin, dan suporter kita kalah banyak dari lawan padahal kita adalah tuan rumah saat itu. Tapi tidak mengurangi semangat saya untuk tim ini.

Saat laga putaran 1 dan 2 divisi II,tuan rumah saat itu Persibangga Purbalingga,saya dkk. suport langsung dan lagi-lagi kita sangat sedikit dibanding suporter tuan rumah,tapi lagi-lagi pula hati ini tak gentar mendukung PERSIBAS. hingga putaran 3 tuan rumah Purwakarta Jabar,saya rela menempuh ratusan kilometer meskipun kita hanya kelompok kecil yg berjanji selalu ada untuk PERSIBAS! dan putaran terakhir(4) di Nganjuk Jatim.

Sebuah janji itu alhamdulillah masih ditepati,kita hadir di nganjuk untuk PERSIBAS! Drama yang sangat menarik pada putaran terakhir,karena entah siapa yg mempunyai kebenaran tim Persibas atau Persibangga.semua ada ditangan PSSI yg menurut saya sangat kurang adil untuk Persibas. tapi sudahlah,toh yg penting saya tetap mendukung Persibas di level manapun berkompetisi. Semua Kita lewati dulu kisah-kisah ini.

Saya sendiri asli Banyumas. tetapi mungkin banyak orang yg sudah melupakan tim kebanggan daerah sendiri yaitu PERSIBAS,Karena itu juga mungkin banyak yang heran melihat saya berkaos dan bersyal Biru, datang ke Stadion meneriakan yel-yel dukungan.Saya sendiri masa bodo soal itu. Saya hadir karena dua hal, saya cinta mati sama bola dan saya cinta tim dari daerah kelahiran sendiri.

Saya rasa banyak teman-teman supporter Persibas yang merasakan rasa antusias ketika Persibas mulai berprestasi. “Support your local club (Dukung klub lokal(baca:daerah)mu)”, itu kata hati saya. Jadilah saya yang seorang anak muda daerah memantapkan diri menjadi supporter Persibas Banyumas.

Saya tahu mayoritas orang Indonesia itu gila bola, begitu juga dengan Banyumas. Saya sendiri tidak asing dengan atmosfer stadion di Indonesia. Tapi fakta yang saya dapati, ketika Persibas nyaris tidak pernah berprestasi di level nasional. Stadion SATRIA pun nyaris tanpa penonton saat Persibas berlaga. Banyak yang meremehkan ketika kita mulai mendukung Tim ini.

Sekali lagi saya masa bodo amat. Saya supporter, saya seorang pendukung. Menang-kalah , tak jadi masalah. Mau terpuruk di divisi paling bawah, tetap akan saya dukung. Karena dalam keadaan apapun, saya yakin PERSIBAS butuh dukungan para supporter.

Karena itu saya salut dengan kesetiaan teman-teman supporter yang lain; tetap setia dan rela berkorban untuk mendukung PERSIBAS. “biarlah kita sedikit, yang penting kita solid”, “kecil-kecil semut Biru, biar secuil yang penting setia(membiru)”, kata saya dan teman-teman, saling menguatkan dan mengingatkan bahwa kita tetap setia dan satu, mendukung PERSIBAS.

Tapi belum sampai kita besar seperti suporter tim lain. kita sudah “diajarkan” untuk bernyanyi rasis thd suporter lawan.memang ada history yg cukup menjengkelkan menurut saya terhadap suporter tersebut. Tetapi kita harus ingat slogan kita di KTA(kartu tanda anggota) yaitu “LOYALITAS BERETIKA CERDAS”. Atraktif bisa tapi kenapa menjadi No rasis tidak bisa. rasis itu awal dari anarki!!

TIDAK kita adalah supporter cerdas!! kalau dari kecil kita sudah seperti ini,bagaimana kita bisa jadi besar dan dewasa?!.
walau dari elemen-elemen suporternya beda kita bisa kompak. Satu dalam nyanyian, dukungan, teriakan, tarian, gerakan, dukungan.

Kalian iri tidak melihat supporter klub lain bisa satu dalam gerakan dan nyanyian sampai bisa menggetarkan stadion? Kalian iri tidak melihat kemegahan yang diperlihatkan gerakan tangan dan lambaian syal yang bisa mengundang decak kagum lawan? Kalian iri tidak melihat nyanyian dan teriakan yang bisa mengintimidasi-meneror pemain lawan dan membuat semangat pemain kita? Mereka bisa, karena mereka kompak. Mereka bisa, kenapa kita tidak?

Ada beberapa jawaban dari teman-teman ketika saya menyampaikan kritik tentang ini. Ada yang bilang kita tidak bisa dibandingkan dengan supporter yang sudah duluan ada. Umur kita masih seumur jagung. Saya jawab, sampai kapan pun kita tidak akan pernah menjadi BESAR kalau kita merasa paling hebat dibanding yang lain, merasa paling baik , paling ini, paling itu.

Tapi sadarkah kita buat apa datang ke stadion? Untuk menonton dan mendukung Persibas, kan ?
Saya yakin sebenarnya suporter Persibas itu bisa besar.

Kalau saja ego kita bisa ditekan dan kita sadar kalo kekompakan itu bisa membuat kita besar dan mendatangkan kebaikan buat kita sendiri dan Persibas. Karena sejatinya kita itu satu, 1 untuk BANYUMAS dan 1 untuk PERSIBAS. Ya biar sedikit, mungkin momen-momen kekompakan biarpun secuil dari atmosfer stadion, (seperti: teriakan setelah gol, chant”masukk..masukk” ketika corner/free kick, “kampungan…kampungan”, dll) bisa menjadi pemicu persatuan kita dan masyarakat banyumas yang belum datang dan mendukung Persibas. Meminjam slogan dari salah satu kelompok suporter.”dengan kekompakan kita buktikan bahwa Banyumas itu ada.

Marilah kita saling rapatkan barisan, selaraskan gerak suara, samakan tekad, satukan tujuan, satu untuk Banyumas!

“LASKAR BOMBASTIK”

Tinggalkan Balasan