Sensasi Wisata Tubing, Meluncur Bebas di Aliran Sungai

Lingkungan, Ragam, Wisata529 Dilihat
Wisata tubing, menelusuri aliran sungai menggunakan ban bekas berisi gas. (Purwokertokita.com/istimewa)
Wisata tubing, menelusuri aliran sungai menggunakan ban bekas berisi gas. (Purwokertokita.com/istimewa)

Purwokertokita.com – Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah bakal menggelar wisata ‘fun tubing’, atau meluncur bebas di arus deras menggunakan ban berisi gas di aliran sungai, Minggu esok (25/12).

Ketua Panitia Fun Tubing, Joko SY mengatakan acara ini digelar untuk mempromosikan Desa Wisata Limbasari dan Desa Onje Kecamatan Mrebet yang selama ini dikenal menjual paket wisata rafting dan tubing. Kata Joko, Sungai Klawing memiliki keunggulan sebagai arena tubing karena bisa digunakan sepanjang tahun. Sebab, posisinya berada di hulu Sungai sehingga tak terlalu terpengaruh tingkat kekeruhan sungai.

Dalam acara ini, peserta mendapat fasilitas makan siang, coaching clinic, piagam, dan transport antar jemput di desa wisata serta disediakan doorpice menarik. “Pendaftaran hanya sebesar Rp 50 ribu. Sementara ini, panitia membatasi jumlah peserta hanya 100 orang, dan sampai hari Kamis kemarin jumlah peserta sudah terpenuhi. Panitia bahkan harus menolak karena kuota peralatan dan rescue terbatas,” katanya, Jumat (23/12).

Sementara itu pembina FAJI Purbalingga Eko Susilo menambahkan, animo untuk mengikuti fun tubing ini ternyata sangat luar biasa. Ini baru pertama kali digelar dan pada kesempatan libur mendatang akan digelar dengan jumlah peserta lebih banyak lagi.

tubing-onje2

“Pendaftar ternyata tidak saja dari sekitar Purbalingga, tetapi juga ada yang dari Jakarta, Bekasi dan Bandung. Mereka sekaligus memanfaatkan momen liburan akhir pekan yang bersamaan dengan libur Natal dan tahun baru,” ujar Eko Susilo.

Eko mengemukakan, selain sebagai wisata minat khusus, lewat Fun tubing ini diharapkan juga untuk mengajak peserta mencintai lingkungan, khususnya sungai. “Dengan mencintai sungai dan tidak merusak alam sekitarnya, maka peserta ikut melestarikan sungai itu sebagai sumber kehidupan manusia,” ujar Eko.

Sementara itu Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga, Prayitno mengatakan, paket wisata tubing saat ini dikelola dua desa wisata masing-masing oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) ‘Patra Wisa’ Desa Limbasari, Kecamatan Bobotsari dan Pokdarwis Bangun Pesona Desa Onje, Kecamatan Mrebet.

Dalam satu tahun, karena tergantung musim hujan, tubing di Limbasari yang memanfaatkan sungai Tuntung Gunung bisa dilakukan selama empat bulan, sedang tubing di Desa Onje yang memanfaatkan sungai Klawing di bagian hulu bisa dilakukan sepanjang musim.

“Tubing Onje hampir tidak terdampak saat musim kemarau, karena debit airnya yang masih tinggi. Hanya saja, ada pergeseran rutenya,” kata Prayitno.

Prayitno menambahkan, dengan berbagai sentuhan dari Pemkab Purbalingga melalui Dinas Pariwisata Pemuda & Olah Raga (Dinbudparpora) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Desa Limbasari dikembangkan sebagai desa terpadu dan mengarah menjadi desa wisata.

“Tubing, hanya menjadi bagian dari wisata di desa Limbasari, karena ketika musim kemarau aktifitas tubing tidak bisa dilakukan akibat air sungai surut. Aktifitas wisata lain yang akan dijual yakni kerajinan batik, jelajah patra wisata, dan wisata curug,” kata Prayitno.

Tinggalkan Balasan