
Purwokertokita.com – Sabtu (13/10) sore, sejumlah sepeda onthel terparkir rapi di halaman Museum Prof Dr Soegarda Purbakawatja Purbalingga. Tidak kurang dari 20 orang yang hadir terlihat antusias mendengarkan penjelasan dari Anita Pita tentang sejarah Purbalingga.
Anita Pita menjadi pemandu bagi peserta “Ngepit Bareng Jelajah Kota Lama Purbalingga”. Acara wisata sejarah ini digelar oleh Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Purbalingga.
GenPI Purbalingga menggandeng Komunitas Purbalingga Sehat Pit Onta “Puspito” dan Komunitas MTMA Purbalingga untuk menggelar trip dengan ngontel bersama. Jelajah ngepit bareng ini menjelajahi destinasi Makam Arsantaka, Tugu Kebangunan dan Krekop Purbalingga.
Di kawasan Alun-alun Purbalingga, memang terdapat sejumlah tempat dan benda bersejarah. Seperti Pendapa Dipakusuma, Masjid Agung Darussalam, SMP Negeri 1 Purbalingga, Gedung Ahmad Dahlan, Lembaga Permasyarakatan hingga Alun-alun itu sendiri.
Anita Pita menjelaskan tentang sejarah Purbalingga di era Kolonial Belanda. Menurut dia, Purbalingga punya peran penting pada masa kolonial.
Salah satunya ditandai dengan adanya gedung Markas Kodim 0702/Purbalingga dan Kerkof atau Krekop yang tidak lain adalah kuburan Belanda. Markas Kodim 0702 dulunya merupakan tempatnya Asisten Residen.
“Di Krekop ini kebanyakan perempuan dan anak-anak. Kebanyakan juga nggak bisa teridentifikasi, karena marmer namanya hilang,” jelas Anita kepada peserta yang kebanyakan adalah anak muda ini.
Anita mengatakan, Purbalingga punya banyak peninggalan Belanda karena dulunya kota ini adalah sebagai salah satu kota pekabaran Injil di zaman kolonial.
Sekjen Puspito, Wargianto mengapresiasi event Ngepit Bareng Jelajah Kota Lama Purbalingga. Bahkan, tidak hanya Puspito yang ikut dalam agenda ini, tapi juga ada sejumlah komunitas onthelis dari berbagai wilayah di Kota Perwira.
Sementara itu, Ketua GenPI Purbalingga, Bangkit Wismo mengatakan, trip wisata sejarah ini berupaya mengenalkan konsep wisata sejarah. GenPI Purbalingga menilai, banyak destinasi wisata sejarah di wilayah kota yang bisa dieksplorasi.
“Purbalingga tidak hanya punya destinasi wisata alam dan buatan saja, tetapi juga punya destinasi wisata sejarah yang menarik untuk digali. Konsep wisata sejarah sangat potensial,” kata dia. (YS)