Walah, Ibu-ibu Pada Kesulitan Cari Gas Elpiji

Peristiwa446 Dilihat

Purwokertokita.com – Para ibu rumah tangga di sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah mengaku kesulitan mendapat gas elpiji semua ukuran, sepekan terakhir ini. Kalau pun dapat, harganya jauh melambung di atas harga eceran. Sejumlah toko dan warung kelontong mengaku pasokan gas elpiji terbatas sehingga persediaan untuk memenuhi permintaan konsumen tak mencukupi.

Salah satu ibu rumah tangga di Cingebul Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas, Nanik Ratnawati mengatakan sudah sepekan ini gas elpji langka di toko langganannya kosong. Dia mengaku selalu kalah cepat dibanding pelanggan lain. Dia terpaksa menitipkan tabung elpiji kosong untuk mengantri elpji. Kelangkaan gas elpiji ini, kata dia, terjadi pada semua ukuran, mulai dari ukuran 3 kilogram, 5,5 kilogram, hingga 12 kilogram.

Tabung gas kosong di agen elpij
Tabung gas kosong di agen elpij

“Sulit mencarinya, kalau mencari dua tabung ke atas itu harus booking dulu di hari-hari sebelumnya. Kalau cuma satu tabung kadang-kadang cari pagi, sore sudah ada. Itu harus bilang dulu, katanya sudah menelpon agen tetapi belum ada kiriman,” kata Nanik, Selasa (20/12).

Menurut dia, kelangkaan gas elpiji ini menyebabkan harga naik sebesar Rp2000 hingga Rp 4000 per tabung. Tabung ukuran 3 kilogram misalnya. Biasanya, ia membeli dengan harga Rp20 ribu per tabung ukuran 3 kilogram. Namun saat ini harganya melonjak menjadi Rp22 ribu per tabung. Sedangkan ukuran 12 kilogram, yang biasanya seharga Rp135 ribu naik menjadi Rp140 ribu per tabung.

“Terus banyak yang sudah bayar duluan. Jadi harus cepet-cepetan. Harga gas, ini tadi Rp22 ribu, biasanya Rp20 ribu per tabung. Kalau tabung gas ini Rp140 ribu, biasanya Rp136 ribu lah, atau Rp135 ribu,” tuturnya.

Sementara, Sales Eksekutif Elpiji Pertamina Rayon 7 Wilayah Jawa Tengah bagian Selatan, Bastian Wibowo mengatakan terjadi peningkatan konsumsi gas elpiji semua ukuran, mulai dari 3 kilogram, 5,5 kilogram hingga 12 kilogram pada pekan kedua Desember kemarin. Itu sebab, dia mengakui banyak toko dan warung kelontong yang kehabisan gas elpiji. “Tetapi ini sifatnya hanya sesaat,” ujar Bastian.

Untuk itu, mulai pekan kedua Desember kemarin, pasokan harian bakal ditambah 16 persen dari biasanya. Pada hari-hari biasa, kata Bastian, pasokan elpiji reguler berjumlah 1,2 tabung. Mulai akhir pekan kedua Desember ini pasokan ditambah 192 ribu tabung gas elpiji, sehingga berjumlah 1,4 juta tabung per hari. “Kami perkirakan peningkatan konsumsi gas elpiji ini dipengaruhi oleh naiknya kebutuhan gas elpiji untuk industri makanan yang mulai bersiap mendekati perayaan natal dan tahun baru 2017,” jelasnya.

Dia berjanji akan terus memantau persediaan gas elpiji di pasaran. Dengan begitu, jika terjadi kelangkaan lagi akibat lonjakan permintaan, jika perlukan pihaknya akan langsung meningkatkan pasokan lagi.

Tinggalkan Balasan