Waduuh… Diduga Terkait Bom Sarinah, Napi LP Kembang Kuning Diciduk Densus 88

Peristiwa382 Dilihat
Pengamanan di Dermaga Wijayapura, dermaga penyeberangan ke Pulau Nusakambangan ditingkatkan pasca teror bom Jakarta. (Ridlo S Balasie/purwokertokita.com)
Pengamanan di Dermaga Wijayapura, dermaga penyeberangan ke Pulau Nusakambangan ditingkatkan pasca teror bom Jakarta. (Ridlo S Balasie/Purwokertokita.com)

Purwokertokita.com – Seorang narapidana kasus terorisme yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kembang Kuning Pulau Nusakambangan, Cilacap Jawa Tengah diciduk Detasemen Khusus (Densus) 88 pada Senin (18/1). Narapidana bernama Syaiful Anam alias Mujadid alias Brekele alias Idris alias Joko diduga memegang peranan dalam aksi teror di Jalan MH Thamrin, Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Benar, Densus 88 telah membawa napi kasus terorisme yang mendekam di LP Kembang Kuning ke Jakarta,” kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Tengah, Molyanto yang dihubungi dari Purwokerto, Selasa (19/1).

Ia juga mengonfirmasi adanya temuan telepon seluler dan penguat sinyal yang diduga milik napi teroris tersebut. Padahal, kata Molyanto, petugas LP setiap hari kerap melakukan razia. “Tetapi ternyata masih lolos juga, ada telepon seluler. Karena itu, kami minta petugas LP untuk meningkatkan patroli dan razia,” jelasnya

Masih menurutnya, saat ini pihaknya melakukan peningkatan pengamanan di sejumlah LP yang ada di pulau penjara tersebut, khususnya untuk napi terorisme. “Sekarang, pengamanan tidak hanya melibatkan pengamanan internal saja, tetapi juga melibatkan anggota kepolisian yang dibantu aparat TNI. Mereka melakukan patroli secara rutin,” ujarnya.

Tidak hanya pengamanan di dalam LP, pengawasan juga ditingkatkan kepada penjenguk terutama pengunjung napi-napi kasus terorisme. Hal tersebut dilakukan untuk mulai dari pintu masuk Dermaga Penyebrangan Wijayapura.

“Kami tidak bisa melarang atau membatasi kunjungan, karena hal itu terkait dengan HAM. Namun, petugas meningkatkan pengawasan kepada mereka, mulai dari pintu masuk di Dermaga Wijayapura,” katanya.

Sebelumnya, beberapa media nasional melansir Syaiful yang merupakan pelaku bom di Tentena, Poso, Sulawesi Tengah melakukan komunikasi dan ikut mendanai aksi teror di Sarinah Jalan MH Thamrin, Jakarta. Densus 88 Antiteror yang terdiri dari 15 personel mendatangi blok khusus yang dihuni Syaiful Anam sekitar pukul 13.45 WIB.

Penggeledehan dilakukan hampir dua jam hingga pukul 15.39 WIB. Sekitar pukul 16.00 WIB, tim Densus 88 tersebut kemudian meninggalkan LP dengan membawa Syaiful.

Tinggalkan Balasan