Ternyata, Puluhan ABG yang Sebabkan Jembatan Apung Kampung Laut Ambruk

Lingkungan, Peristiwa492 Dilihat
Jembatan Apung pertama Indonesia dan Asia Tenggara, di Kampung Laut Cilacap ambruk setelah dilintasi puluhan anak sekolah. (Foto: Kustoro untuk Purwokertokita.com)
Jembatan Apung pertama Indonesia dan Asia Tenggara, di Kampung Laut Cilacap ambruk setelah dilintasi puluhan anak sekolah. (Foto: Kustoro untuk Purwokertokita.com)

Purwokertokita.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menduga puluhan Anak Baru Gede (ABG) siswa SMP yang melintas di jembatan apung kampung laut sebagai penyebab utama runtuhnya jembatan. Tak hanya melintas, mereka berhenti di atas jembatan pada saat yang sama.

Tim riset sistem modular wahana apung dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PUPR menyebut beban terpusat di satu titik sebagai penyebab ambruknya jembatan apung pertama Indonesia yang dipasang di Kampung Laut, Cilacap, Jawa tengah.

Anggota Tim Riset Balitbang Kementerian PUPR, Diana Dewi mengatakan jembatan apung tersebut sebetulnya memang belum siap dioperasikan. Kata dia, saat ini jembatan apung tersebut masih dalam tahapan penyelesaian akhir. “Sebetulnya jembatan apung ini memang belum siap dioperasikan, makanya dipalang menggunakan rantai. Sebenarnya saat ini sedang dipasang angkur dan masih dalam tahap finishing, banyak tukang mondar-mandir,” ucapnya.

Naasnya, kata dia, ada serombongan siswa SMP yang tidak mengetahui bahwa jembatan tersebut belum bisa dilewati. Lantaran menunggu perahu penyeberangan terlalu lama, mereka membuka penghalang dan melintas di atas jembatan. Namun, sesampai tengah jembatan, siswa ini berhenti. “Mungkin karena itu anak-anak sekolah menganggap aman untuk melintas. Masalahnya, ternyata mereka tidak hanya melintas tetapi berhenti di satu lokasi,” ucapnya.

Akibatnya, karena terjadi beban terpusat di satu titik jembatan tersebut tak kuat menahan beban. Padahal, kekuatan jembatan ini maksimal 360 kilogram per meter atau setara enam orang. Sementara, yang melintas dan berhenti di atas jembatan adalah puluhan orang. “Akibatnya jembatan ambruk. Perlu diketahui juga bahwa jembatan itu memang belum siap dipakai,” ujar Diana.

Sementara, Pimpinan Proyek Jembatan Apung, Nazieb Faisal menandaskan akan langsung memperbaiki jembatan apung yang rusak dan segera mendirikan lagi. Namun begitu, target peresmian yang mestinya dilakukan pada 1 Desember kemarin terpaksa mundur lagi.

“Kalau melihat kronologinya, kita optimis akan cepat diperbaiki. Akan kita setting up lagi. Secepatnya. Tetapi, sekali lagi ini bukan karena materialnya yang tidak kuat. Tetapi memang masih ada pancang yang dilepas pagi harinya. Dan jembatan itu masih dalam tahap setting sehingga belum diap dioperasikan,” kata Faizal.

Seperti diberitakan, jembatan apung ini awalnya akan diresmikan pada 1 Desember 2016 oleh Menteri PUPR. Naas, jembatan ini ambruk setelah puluhan siswa SMP melintas dan berhenti di atas jembatan. Seluruh siswa selamat. Hanya saja ada beberapa anak sekolah yang menderita luka dalam insiden ini. “Tidak ada yang cidera serius. Lebih detailnya, Pak camat yang tahu,” kata Nazieb, saat dihubungi GATRAnews.

Jembatan apunng yang dibanggakan sebagai pertama di Indonesia dan Asia Tenggara ini menghubungkan antara Desa Ujung Alang menuju Desa Klaces, Kecamatan Kampung Laut. Jembatan apung memiliki dimensi panjang 71 meter dan lebar 2 meter. Jembatan ini melintang diatas Laguna Segara Anakan.

Tinggalkan Balasan