22 Agu 2021

Blog Post

Residivis Pencurian Kembali Tertangkap, Mengaku Uang Hasil Mencuri Untuk Bayar Utang Nikah
Peristiwa

Residivis Pencurian Kembali Tertangkap, Mengaku Uang Hasil Mencuri Untuk Bayar Utang Nikah

Residivis berinisial TF (29), warga Desa Karanggambas, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga mengaku uang hasil mencuri untuk membayar hutang nikah, Rabu (21/7/2021).

Purbalingga – Seorang Residivis berinisial TF (29), warga Desa Karanggambas, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga kembali diringkus Polisi. Tersangka diamankan pada Selasa, 13 Juli 2021 setelah melakukan pencurian dengan pemberatan pada Senin, 12 Juli 2021.

Korban pencurian tersebut ialah Pandi Setiawan (36) warga Desa Karangklesem, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga.

Kabag Ops Polres PurbaIingga Kompol Pujiono mengungkapkan, modus tersangka dengan masuk ke rumah korban melalui pintu belakang yang tidak dikunci. Kemudian dia mengambil dua buah handphone dan tas berisi uang sebesar Rp 4 juta.

Baca Juga  Layani Penyandang Difabel di Kebumen, Polisi Ubah Mobil Patroli jadi Mobil Transportasi Vaksin Covid-19

“Akibat pencurian tersebut, korban total menderita kerugian sebesar Rp. 7 juta rupiah,” ujar Pujiono melalui press rilis, Rabu, 21 Juli 2021.

Tidak butuh waktu lama bagi Unit Reskrim Polsek Kutasari untuk mengidentifikasi dan menangkap tersangka. Sehari berselang, tersangka berhasil diamankan berikut sejumlah barang bukti, yaitu 1 unit telepon genggam merk Vivo Y20 warna putih, 1 unit telepon genggam merk Oppo A1K warna hitam, dompet kain warna Hitam-Emas, dan Charger HP Vivo warna putih.

Baca Juga  Terungkap! Gara-gara Ini Listrik di Desa Pandak Padam hingga Ibu-ibu Nyaris Ketinggalan Episode Ikatan Cinta

Sedangkan uang hasil curian sudah dihabiskan tersangka untuk membayar hutang.

“Tersangka yang baru beberapa bulan menikah mengaku memiliki hutang untuk biaya menikah,” imbuh Kompol Pujiono.

Dari data kepolisian, tersangka merupakan residivis yang telah dua kali menjalani hukuman. Sebelumnya, tersangka dihukum atas pencurian sepeda motor dan pencurian telepon genggam yang terjadi pada kurun 2015 lalu.

“Tersangka terancam dikenakan pasal 363 ayat (1) ke-3 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” ujarnya.