Ratusan Rumah dan Puluhan Hektar Sawah di Purbalingga Terendam Banjir

banjir di cilapar
Petugas BPBD Purbalingga memantau banjir yang menggenangi sawah di Desa Cilapar Kecamatan Kaligondang, Senin (14/12/2020). Seluas 50,35 Ha sawah terndam banjir./Foto: Istimewa

Purwokertokita.com, Purbalingga-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga merilis hasil assessment terhadap bencana banjir yang melanda Purbalingga sejak Sabtu (12/12/2020) pukul 21.30 WIB. Tidak ada korban jiwa pada bencana ini, namun rartusan rumah dan puluhan hektare sawah yang terendam membuat warga harus menanggung kerugian material yang tidak sedikit.

Dari data BPBD, banjir menggenangi ratusan rumah di tujuh desa dari di Kecamatan Kaligondang dan Kemagkon. Di Kecamatan Kaligondang ada empat desa yang terendam banjir. Empat desa itu antara lain Desa Penolih, Desa Cilapar, Desa Selanegara, dan Desa Tejasari.

Genangan air di Desa Penolih, Cilapar dan Selanegara terjadi karena pertemuan dua arus besar sungai Ranu dan Sungai Lebak. Kedua sungai meluap usai hujan deras sejak pukul 14.00 WIB pada Minggu (13/12/2020).

Di Desa Tejasari, banjir terjadi karena Tanggul Parapet sepanjang 6 meter jebol. Hal ini membuat luapan Sungai Klawing mengalir ke pemukiman warga Desa Tejasari Kecamatan Kaligondang

Sementara di Kecamatan Kemangkon ada tiga desa yang terendam, yaitu Desa Toyareka, Desa Jetis, dan Desa Gambarsari.

Banjir disebabkan kenaikan arus Sungai Gringsing dan sungai Klawing yang bertemu arus sungai Serayu. Pertemuan dengan sungai Serayu membuat arus sungai Klawinga dan Gringsing berbalik dan meluap ke permukiman.

banjir menggenangi 50,35 Ha sawah di purbalingga
Banjir di Purbalingga merendam ratusan rumah warga di tujuh desa dari dua kecamatan, Senin (14/12/2020)./Foto: Istimewa

Luapan sungai membuat ratusan permukiman di tiga desa di Kemangkon terndam dengan kedalaman air antara 20 Cm hingga 120 Cm. Ratusan rumah di tiga desa Kecamatan Kaligondang (Selanegara, Cilapar, Tejasari) tergenang dengan ketinggian air 30 Cm hingga 165 Cm.

Kondisi pada hari Senin (14/12/2020) pukul 14.00 WIB di jalur alternatif Desa Penolih – Cilapar masih terendam air setinggi 20 Cm hingga 90 Cm. Selain itu sawah seluas sekitar 50 hektar terendam air dengan ketinggian 60 Cm- 120 Cm. Genangan air di enam desa terdampak juga mulai surut seiring curah hujan yang mulai menurun.(rad)

Muat Lebih

Check Also

Terungkap, Mayat Bocah Ditemukan di Waduk Mrica Banjarnegara

PURWOKERTOKITA. COM, BANJARNEGARA-Sungguh malang nasib Fahri Alif Budiman(9), bocah asal D…