Mahasiswa KKN UMP dan Pemuda Desa Kwadungan Wonosobo Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Alternatif

Peristiwa45 Dilihat

PURWOKERTOKITA.COM, WONOSOBO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bersama pemuda Desa Kwadungan, Kecamatan Kalikajar, Wonosobo berkolaborasi mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif. Mereka mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif menggunakan alat berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa alat pirolisis sederhana.

Upaya ini merupakan respons atas permasalahan sampah plastik di lingkungan desa. Program yang fokus pada penanganan sampah plastik dengan teknologi pirolisis juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 7, yaitu Energi Bersih dan Terjangkau.

Melalui alat pirolisis sampah plastik diproses menjadi minyak pirolisis. Ini menunjukkan adanya upaya untuk mengembangkan sumber bahan bakar alternatif dari limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna.

Pelaksanaan program melibatkan pemuda Desa Kwadungan secara langsung, mulai dari pengenalan permasalahan sampah plastik, edukasi mengenai prinsip kerja pirolisis, hingga praktik penggunaan alat pirolisis sederhana. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemuda dalam mengembangkan solusi pengelolaan sampah yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat desa.

Rendra Aji Syahputra, salah satu Mahasiswa KKN juga mengatakan teknologi pirolisis bukan sekadar solusi untuk mengurangi timbunan sampah plastik, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis teknologi. Dengan adanya keterlibatan pemuda desa, program ini diharapkan bisa terus dikembangkan dan menjadi alternatif kegiatan lingkungan yang berkelanjutan.

“Melalui program ini, kami ingin memperkenalkan bahwa sampah plastik yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai dapat dipelajari dan dimanfaatkan kembali melalui teknologi yang sederhana. Yang paling penting adalah bagaimana teknologi ini dapat dipahami dan dikembangkan bersama oleh masyarakat,” ujar Rendra.

Dorong Pemuda Jaga Lingkungan

Keterlibatan pemuda menjadi bagian penting dalam program ini. Pemuda desa diposisikan sebagai mitra dalam proses pembelajaran sekaligus penggerak yang diharapkan mampu meneruskan inovsi pengelolaan sampah di lingkungan Desa Kwadungan.

“Awalnya lihat di TikTok ada video pengolahan sampah menjadi bahan bakar, terus kami terinspirasi,” ujarnya.

Pertama kali mencoba menggunakan kaleng bekas. Setelah berhasil, mereka membuat dalam skala yang lebih besar.

“Ya semoga alat kolaborasi antara KKN dan juga pemuda semakin berkembang dan didukung oleh pemerintah desa supaya menjadikan lingkungan yang sehat,” ungkap Romadon

Selain memberikan pengetahuan teknis, kegiatan ini juga membuka ruang diskusi mengenai permasalahan sampah plastik yang dihadapi masyarakat.Mahasiswa bersama pemuda berdiskusi mengenai pemilahan sampah, potensi pemanfaatan limbah, serta peluang penerapan teknologi tepat guna yang dapat dikembangkan sesuai kondisi desa.

Apresiasi Pemerintah Desa

Kepala Desa Kwadungan, Bagiyo, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan program yang melibatkan mahasiswa KKN UMP dan pemuda desa setempat.

“Pemerintah desa mengucapkan banyak terima kasih atas apa yang dilakukan dari mahasiswa UMP dan berkolaborasi dengan warga setempat, sehingga menghasilkan alat pembakaran sampah yang menurut saya sudah cukup baik untuk bisa dikembangkan oleh warga kami,” ujar Bagiyo.

Bagiyo menambahkan, apabila alat ini berhasil, pihak desa berencana untuk mengembangkannya ke dusun-dusun lain sebagai percontohan (pilot project) penanganan sampah di wilayahnya.

“Harapan untuk desa ke depannya, mungkin kalau ini berhasil akan saya kembangkan di dusun-dusun yang lain, sehingga ini menjadi pilot project ke depan untuk penanganan sampah yang ada di Desa Kwadungan. Sukses selalu untuk mahasiswa KKN UMP, semoga tetap jaga silaturahmi dengan warga kami,” tuturnya.
Dipamerkan dalam Expo KKN UMP 2026

Inovasi alat pirolisis hasil kolaborasi mahasiswa dan pemuda desa ini juga turut dipamerkan dalam ajang Expo KKN UMP 2026. Kegiatan tersebut mendapat peninjauan langsung dari panitia serta tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMP oleh Kepala bagian Bidang Pengabdian Masyarakat dan KKN Ibu Ratna Kartika Wati, S.H.,M.Hum.,Ph.D. sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan program teknologi tepat guna di Desa Kwadungan.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa KKN dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat. Harapannya, teknologi sederhana yang diperkenalkan tidak berhenti pada kegiatan demonstrasi, tetapi dapat menjadi pemantik munculnya inovasi lain dalam pengelolaan lingkungan di Desa Kwadungan.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN UMP, pemerintah desa, dan pemuda Desa Kwadungan, program teknologi tepat guna pirolisis sederhana diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun pengelolaan sampah yang lebih inovatif, edukatif, dan berkelanjutan. Program ini sekaligus menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan lingkungan dapat dimulai dari teknologi sederhana yang dikembangkan melalui kolaborasi dan partisipasi aktif masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan