Hari kedua, Rasyid dan Bayu Korban Tenggelam Sungai Citanduy Belum Ditemukan

Warga berkerumun di pinggir Sungai Citanduy yang berada di Kecamatan Patimuan Cilacap Jawa Tengah, Jumat (11/3) sore. (Kades Patimuan/Purwokertokita.com)
Warga berkerumun di pinggir Sungai Citanduy yang berada di Kecamatan Patimuan Cilacap Jawa Tengah, Jumat (11/3) sore. (Icuk Sudiarto/Purwokertokita.com)

Purwokertokita.com – Hari kedua pencarian, Rasyid dan Bayu, dua anak yang hilang terbawa Arus sungai Citanduy di Patimuan, Cilacap, Jawa Tengah belum ditemukan.

Kepala Desa Patimuan, Icuk Sudiarto mengatakan setelah upaya pencarian malam hari setelah kejadian (11/3), pencarian dilanjutkan pagi tadi (12/3) dengan seluruh potensi SAR yang ada di Cilacap.

“Sampai pukul 15:45 WIB, belum ada tanda-tanda,” kata Icuk, Sabtu petang.

Sementara, Koordinator Basarnas Cilacap, Mulwahyono mengatakan pencarian dilakukan dengan melibatkan seluruh potensi SAR yang ada. Antara lain, Komando Rayon Militer Patimuan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, SAR Majingklak, Radio Antar-Penduduk Indonesia (RAPI) Cilacap, SAR Kampung laut, Palang Merah Indonesia Cabang Cilacap, Satuan Polisi Pamong Praja, Barisan Anshor Serbaguna (Banser) Patimuan, dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Wanareja serta dibantu warga sekitar.

“Pencarian dilakukan ke Daun Malang, sekitar tujuh kilometer dari tempat lokasi kejadian,” ungkap Mulwahyono kepada wartawan.

Tim Sar Gabungan menerjunkan tiga perahu karet. Warga setempat juga turut membantu dengan perahu yang ada di sekitar lokasi.

Sebelumnya, dilaporkan dua anak hilang terbawa arus Sungai Citanduy di Dermaga lokal Patimuan.

Kepala Desa Patimuan Icuk Sudiarto mengatakan kedua anak ini terbawa arus saat bermain di sekitar dermaga. Kata dia, debit air Citanduy sedang tinggi dan berarus deras menyusul hujan selama sepekan terakhir.

Icuk mengungkap, dua anak tersebut sementara ini diidentifikasi sebagai Rosyid (9) bin Sartono dan Bayu (10) bin Sulastri Jaman, warga desa Cinyawang Kecamatan Patimuan.

Ini diidentifikasi dari dua sepeda yang diduga milik kedua anak tersebut. Orang tua kedua anak tersebut, kata Icuk, juga sudah berada di lokasi.