Bupati Banyumas, Achmad Husein, berinteraksi dengan siswa saat pantauan uji coba pembelajaran tatap muka di sejumlah sekolah, Senin (12/4/2021). Dari hasil pantauan, Bupati optimistis akan memperluas penerapan PTM di Banyumas. /Foto:Humas Pemkab Banyumas.

PURWOKERTOKITA.COM, BANYUMAS – Pemkab Banyumas berencana menambah sekolah yang akan menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM). Penambahan ini setelah mengevaluasi uji coba PTM sepekan terakhir.

“Tentunya yang sudah diverifikasi, minggu depan ditambah sekitar 15 sekolah lagi,” kata Bupati Banyumas, Achmad Husein, di sela pantauan sekolah yang menerapkan PTM, Senin (12/4/2021).

Pemkab Banyumas membentuk tiga tim untuk memantau uji coba PTM di sekolah.
Husein bersama Forkompinda mengunjungi SD Negeri Sokanegara, SMP Negeri 9 Purwokerto, dan SMA Negeri 2 Purwokerto.

Tim kedua dipimpin Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono yang memantau SD Negeri 1 Kedung Gede Banyumas dan SMP Negeri 1 Sumpiuh. Sedangkan rombongan ketiga yang dipimpin Ketua DPRD, dr Budhi Setiawan memonitor uji coba PTM di SD Negeri 1 Penambangan Kecamatan Cilongok dan SMP Negeri 1 Jatilawang.

Baca Juga  Bandara Soedirman Purbalingga Siap Fasilitasi Pemudik Lebaran 2021

Pada uji coba selama sepekan ini, Husein tidak menemukan ada kendala di sekolah. Semua sekolah terpantau mematuhi protokol kesehatan.

“Selama seminggu ini tidak ada kendala, alhamdulillah PTM lancar,” katanya.

Jika laporan hasil pantauan dari tim lain sama baiknya, Bupati akan menambah sekolah yang menerapkan pembelajaran tatap muka.

Baca Juga  Ditarget Rp 12,43 Triliun, Ini Strategi Kanwil DJP Jateng II Tingkatkan Penerimaan Pajak

Pada setiap kunjungan ke kelas Bupati meminta kepada siswa agar selalu mematuhi protokol kesehatan dan ikut memberikan edukasi ke keluarganya. Jika mereka menemukan anggota keluarga yang tidak memakai masker, makan anak-anak akan mengingatkan agar memakai masker.

“Ya paling tidak bisa memberi arahan kepada keluarganya untuk mematuhi protokol kesehatan,” ujar dia.

Pada kesempatan ini Bupati juga menunjuk beberapa guru untuk melakukan rapide test secara acak. Hal ini untuk memastikan bahwa PTM aman. Dari beberapa sampling, tidak diketemukan guru yang positif Covid-19.