19 Agu 2021

Blog Post

Manfaatkan Gas Rawa, Pagundungan Jadi Desa Mandiri Energi di Banjarnegara
Peristiwa

Manfaatkan Gas Rawa, Pagundungan Jadi Desa Mandiri Energi di Banjarnegara

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo meninjau dapur warga Desa Pegundungan, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara yang memanfaatkan gas rawa sebagai bahan bakar pengganti gas elpiji, Rabu (18/8/2021). /Foto: Humas Pemprov Jateng

PURWOKERTOKITA.COM, BANJARNEGARA – Sebanyak 25 kepala keluarga di Desa Pegundungan, Kecamatan Pejawaran tak lagi pusing memikirkan kebutuhan gas untuk memasak. Sejak desa memanfaatkan gas rawa atau Biogenic Shallow Gas (BSG), warga tidak lagi menggunakan gas elpiji untuk keperluan memasak.

Secara teknis, pemanfaatan gas rawa ini dilakukan dengan menggunakan separator gas sebelum masang instalasi ke rumah-rumah warga. Separator ini merupakan bantuan Dinas ESDM Jawa Tengah. Sebelum menggunakan separator, warga memanfaaatkan gas rawa secara manual.

Kepala Desa Pegundungan, Murti mengatakan pengelola separator BSG akan diserahkan kepada BUMDes. Masyarakat dikenai iuran sekitar 50 persen daripada harga gas elpiji.

Saat ini baru 25 KK yang memanfaatkan gas rawa. Ia metargetkan akan ada 163 KK bisa menggunakannya.

“Saat ini memang baru 25 KK, tapi nantinya target kami bisa 163 KK berarti masih kurang 138 KK lagi,” katanya.

Baca Juga  Polwan Polres Kebumen Blusukan ke Pasar Ingatkan Protokol Kesehatan

Dari kekurangan ini, Pemprov Jateng siap membantu pemasangan instalasi untuk 100 KK. Sisanya diserahkan ke desa.

“Ada sekitar 138 KK lagi yang akan menggunakan maka semua ter-cover. Nanti Dinas ESDM akan bantu (pemasangan untuk) 100 (rumah), sisanya nanti dari desa. Lumayan (dengan BSG) tidak akan ada lagi uang yang dikeluarkan untuk beli elpiji,” kata Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat meresmikan instalasi separator BSG, Rabu (18/8/2021).

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan pemanfaatan gas rawa ini bertujuan untuk membangun desa mandiri energi. Dia berharap dengan sumber energi ini bisa memberi manfaat bagi warga.

“Di dalam tanah yang kita injak ini ternyata ada energi yang bisa kita manfaatkan. Di sini spirit desa mandiri energi bisa diwujudkan dan akan menginspirasi desa lainnya,” kata Ganjar.

Ganjar juga meminta peta geologis daerah-daerah yang mengandung sumber gas rawa. Di titik-titik yang terpetakan tersebut nanti akan dibuat sumur-sumur untuk cadangan BSG.

Baca Juga  Pasien Covid-19 Sampat Mengantre, RSI Banjarnegara Dirikan Tenda Darurat

“Kalaulah usianya 25 tahunan maka kita siapkan untuk tahun ke-26. Kalau dapat 25 tahun lagi artinya kita bisa 50 tahun betul-betul mandiri,” ujar dia.

Selain di Pegundungan, praktik pemanfaatan gas rawa juga sudah dilakukan di Grobogan dan Sragen. Ganjar berharap semakin banyak lagi tempat yang mengadopsi model serupa.

“Kita ini sebenarnya kaya, kalau level desa saja bisa mandiri energi. Jos gandos,” katanya.

Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin mengapresiasi dan berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah karena telah membantu membuatkan separator Biogenic Shallow Gas melalui Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah.

“Semoga nanti tidak hanya di Pegundungan saja, tetapi di tempat lain juga akan muncul desa-desa yang bisa memanfaatkan sumber daya atau energi seperti ini,” tutur Wabup