Mahasiswa KKN DR 02 UNUGHA Gelar Sosialisasi Edukasi Bahaya Narkoba dan Tanggap Ular di Masjid Fathurrahman Jeruklegi Cilacap

Peristiwa127 Dilihat

PURWOKERTOKITA.COM, CILACAP — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN DR) Kelompok 02 Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap menggelar kegiatan sosialisasi bahaya narkoba sekaligus edukasi pengenalan jenis-jenis ular.

Kegiatan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Erina Hastuti MPd ini berlangsung pada Ahad (26/7/2026) mulai pukul 09.00 WIB hingga menjelang waktu Zuhur, serta dihadiri oleh pengurus masjid, warga, dan jamaah setempat.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari perwakilan takmir masjid, Arif Bunyamin, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa KKN UNUGHA dalam memberikan edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat, tidak hanya dari sisi keagamaan tetapi juga untuk keamanan dan keselamatan lingkungan.

Acara yang dipandu oleh Dedy Irwanto, mahasiswa Teknik Mesin UNUGHA selaku moderator, menghadirkan pemateri Aji Sugiarto—mahasiswa Bimbingan Konseling (BK) UNUGHA yang juga merupakan mitra binaan BNN Cilacap sekaligus praktisi penanganan ular.
Dalam pemaparannya terkait bahaya zat adiktif, Aji menekankan pentingnya pencegahan sejak dini dari lingkungan keluarga.

“Penyalahgunaan narkoba merupakan masalah serius yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental seseorang. Edukasi tentang bahaya narkoba sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan di kalangan masyarakat,” ujar Aji.
Antusiasme peserta terlihat saat sesi diskusi dan tanya jawab dibuka.

Muhammad Arifin, seorang pensiunan ASN guru yang turut hadir sebagai jamaah, menyampaikan pertanyaannya mengenai langkah antisipasi orang tua terhadap remaja.

“Penggunaan obat-obatan seperti Remasil biasanya dikonsumsi orang tua karena ketidaktahuan. Namun yang sangat berbahaya bagi remaja adalah penggunaannya secara sembunyi-sembunyi (umpet-umpetan).

Bagaimana cara orang tua bisa lebih cepat mengenali perilaku anak yang terindikasi mengarah ke penyalahgunaan narkoba agar bisa diantisipasi?” tanya Arifin.

Menjawab pertanyaan tersebut, Aji Sugiarto menyoroti pentingnya peran vital orang tua dalam mengawasi tumbuh kembang anak agar terhindar dari pergaulan bebas dan barang haram tersebut. Ia membagikan beberapa tips praktis bagi para orang tua:
Jalin Komunikasi

Demokratis: Orang tua perlu bersikap demokratis dan menjadikan anak sebagai teman agar tidak timbul jarak atau gap komunikasi.

Pahami Perubahan Perilaku: Selalu peka dan memperhatikan kebiasaan anak yang tiba-tiba berubah, termasuk munculnya indikasi ketidakjujuran atau suka berbohong.

Pilih Waktu yang Tepat: Lakukan pendekatan dan ajak anak berkomunikasi pada momen yang santai dan menyenangkan—seperti saat anak sedang gembira atau suasana rumah sedang tenang—bukan ketika anak sedang lelah atau emosi.

“Orang tua perlu menjadi komunikator yang baik untuk mengenali indikasi penyalahgunaan narkoba pada anak. Dengan menjalin komunikasi yang demokratis, orang tua dapat lebih memahami perilaku anak-anak mereka,” pesan Aji kepada para jamaah.

Tidak hanya memberikan edukasi pencegahan narkoba, Aji juga membekali warga dengan pengetahuan praktis terkait penanganan satwa liar di sekitar pemukiman.
“Penting untuk memahami jenis-jenis ular dan ciri-cirinya agar dapat membedakan mana ular yang berbisa dan tidak berbisa. Pengetahuan ini sangat membantu dalam menghindari risiko gigitan,” terangnya.

Seluruh jalannya kegiatan terdokumentasikan dengan baik di bawah koordinasi Ketua Kelompok KKN DR 02, Sentot Dwi Warsono, yang juga merupakan mahasiswa program studi Bimbingan Konseling.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan warga dan jamaah semakin mewaspadai bahaya peredaran narkoba di lingkungan sekitar, sekaligus memiliki pengetahuan dasar yang tepat dan aman dalam menghadapi potensi bahaya satwa liar seperti ular.(***)

Tinggalkan Balasan