Kirab Budaya Grebek Suro Desa Gambarsari di Purbalingga Banjir Apresiasi

Berharap Jadi Agenda Rutin Pesta Rakyat

Peristiwa12 Dilihat

PURBALINGGA, PURWOKERTOKITA.COM -Ratusan masyarakat yang tergabung dalam berbagai kelompok tani bersama pemerintah desa Gambarsari, Kecamatan Kemangkon, menggelar acara kirab budaya Grebek Suro pada Selasa (07/07/2026).

Acara yang berlangsung meriah ini digelar sebagai bentuk ritual ruwat bumi dan sedekah bumi, sekaligus wujud rasa syukur petani serta masyarakat setempat atas melimpahnya hasil panen.
Dalam acara tersebut, ratusan peserta tampak mengarak puluhan tumpeng hasil bumi atau gunungan yang dihias cantik dari berbagai macam hasil pertanian masyarakat.

Kepala Desa Gambarsari, Nur Widyo Winarso, menyatakan bahwa Grebek Suro ini diikuti oleh seluruh elemen masyarakat dan seluruh kelompok tani di desanya. Masing-masing kelompok tani secara swadaya menyertakan seserahan gunungan yang berisi buah nanas, jagung, polowijo, hingga padi.

“Acara kirab budaya Grebek Suro ini sendiri sebagai wujud syukur masyarakat kami atas hasil bumi yang sudah dicapai selama ini,” ujar Nur Widyo kepada wartawan.

Tokoh pemuda setempat, Bayu Kisnandi, menambahkan bahwa prosesi mengarak gunungan hasil bumi ini sukses menarik perhatian luas.

“Masyarakat sangat antusias menyambut acara ini, meskipun dilakukan di hari kerja, banyak warga yang antusias datang, bahkan dari masyarakat luar desa Gambarsari”. Kata Bayu.

Dari pantauan di lapangan, ribuan warga tampak antusias berjejer memadati sepanjang jalanan Desa Gambarsari demi menyambut dan menyaksikan langsung iring-iringan kirab.

Apresiasi tinggi pun datang dari Camat Kemangkon, Cahyono, S.H., yang hadir langsung dalam festival budaya sekaligus ruwat bumi dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tersebut.

Kepada wartawan, Cahyono, S.H. menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya melihat keguyuban serta antusiasme yang luar biasa dari warga Desa Gambarsari.

Pihaknya menegaskan bahwa jajaran Forkopimcam (Forum Kordinasi Pimpinan Kecamatan) sangat mendukung penuh kegiatan positif semacam ini di tengah masyarakat.

“Harapan kami, dengan adanya agenda hari ini yaitu ruwat bumi di Desa Gambarsari, ini adalah sebagai bentuk rasa syukur warga masyarakat Desa Gambarsari yang alhamdulillah selama satu tahun ini di dalam mengolah hasil bumi, melimpah ruah hasil panennya,” ungkap Camat Kemangkon saat diwawancarai.

Lebih lanjut, Camat Kemangkon berharap agar tradisi ini tidak berhenti sampai di sini saja. Ia menginginkan agenda Grebek Suro dan ruwat bumi ini dapat terus dipertahankan dan dilanjutkan secara konsisten di tahun-tahun mendatang sebagai salah satu upaya nyata dalam nguri-uri (melestarikan) kebudayaan lokal.

“Kedepannya, di Desa Gambarsari ini, terutama di wilayah Kecamatan Kemangkon, agenda-agenda hari ini harapan kami bisa dilanjutkan. Karena ini sebagai bentuk nguri-uri budaya, sekaligus bentuk rasa syukur kita kepada Sang Pencipta,” pungkasnya.(Bayu)

Tinggalkan Balasan