local media summit

Jembatan Cipaku, Penghubung Cilacap-Banyumas Terancam Putus
Peristiwa

Jembatan Cipaku, Penghubung Cilacap-Banyumas Terancam Putus

Warga desa sedang menyeberangi Jembatan Cipaku yang rusak parah. Jembatan tersebut menjadi sarana penghubung Desa Tayem Timur Kabupaten Cilacap dengan Desa Dermaji Kabupaten Banyumas. (Istimewa/Purwokertokita.com)
Warga desa sedang menyeberangi Jembatan Cipaku yang rusak parah. Jembatan tersebut menjadi sarana penghubung Desa Tayem Timur Kabupaten Cilacap dengan Desa Dermaji Kabupaten Banyumas.
(Istimewa/Purwokertokita.com)

Purwokertokita.com – Setelah diterjang banjir beberapa hari lalu, jembatan Cipaku yang selama ini menjadi sarana penghubung antara Desa Tayem Timur, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap dengan Desa Dermaji di Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, alami kerusakan parah, bahkan terancam putus.

Kerusakan parah terlihat dari posisi jembatan yang miring dan lantainya sudah melengkung serta sebagian lainnya patah. Kepala Urusan Pemerintahan Desa Tayem Timur, Kusmoro mengatakan akibat kerusakan tersebut menyebabkan pengendara kendaraan roda dua harus memutar. Ia mengemukakan, sebelumnya jembatan tersebut pernah rusak diterjang banjir sekitar tahun 2010.

Bahkan kondisinya semakin diperparah saat banjir kembali menerjang pada Jumat (5/2). “Kejadiannya waktu itu sekitar pukul 16.00 WIB. Kami sendiri sudah melaporkannya kepada pemerintah kecamatan,” katanya, Rabu (10/2).

Baca Juga  Pesan dari Local Media Summit 2022, Media Lokal Kuat Jika Berjejaring

Mendapat laporan tersebut, pemerintah Kecamatan Karangpucung menindaklanjutinya kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap. Pihak kecamatan sendiri berharap, laporan tersebut bisa direspon.

“Diharapkan bisa segera ditanggapi untuk penanggulangan,” kata Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Karangpucung, Suyatno.

Sementara itu, Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPBD Majenang sudah mengirimkan petugas untuk melihat langsung kerusakan jembatan dan talut penahan tebing yang jebol. “Secara teknis, kami mengecek lokasi dan melakukan pendataan,” kata petugas pelaksana UPT BPBD Majenang, Basuki Rahmat kepada wartawan.

Baca Juga  Meresahkan! 50 Gangster Keliling Jalanan Banyumas menenteng senjata Tajam Rusak Warung Makan dan Bengkel

Sebenarnya tak hanya posisi jembatan yang membahayakan, talud penahan tebing sepanjang 20 meter yang dipasang di sekitar jembatan juga ambrol. Sebenarnya, tak jauh dari jembatan yang ada, juga sedang dibangun jembatan baru sebagai penggantinya. Namun, hingga saat ini pembangunan jembatan baru tersebut belum selesai.

Saat dikonfirmasi wartawan, Kepala UPT Dinas Bina Marga Sumber Daya Air, Energi Sumber Daya Mineral (SDA ESDM) Majenang, Darwoko menyatakan telah berkoordinasi dengan dinas induk di Cilacap. ”Terkait dengan perencanaan jembatan Cipaku tahun ini, Sedang dikoordinasikan dengan induk (Dinas Bina Marga SDA ESDM) Cilacap,” katanya melalui pesan singkat kepada wartawan.

Related posts