Road Show DITAMPART Singgah di Kebumen, Rayakan Ulang Tahun Kolektif Hysteria

Lokal Banyumasan118 Dilihat

PURWOKERTOKITA.COM, KEBUMEN – Selasa (27/02/2024) sekelompok anak muda berkumpul sejak pukul 15.00 WIB di Ndalem Rawa Gowok (Pejagoan, Kebumen) meramaikan event Roadshow DITAMPART (Dinas Cipta Tempat dan Ruang Terpadu). Event ini dibawa komunitas dari Semarang bernama Kolektif Hysteria dalam rangka merayakan 20 tahun eksistensi mereka. Kolektif Hysteria bekerja sama dengan beberapa komunitas asal Kebumen, yaitu Interlokal, Gubuk Kreatif Jatitekenkulon, Perpustakaan Jalanan Kebumen dibantu Pasar Gratis Kebumen, Kedung Film dan Awan Sinema.

Selain komunitas, terlibat juga beberapa institusi: Komite Ekonomi Kreatif (KEKraf), Dewan Kesenian Daerah (DKD), Historical Study Trip dan Roemah Martha Tilaar. Aris Setyanto dari Interlokal menjelaskan kegiatan ini bisa terselenggara berkat jejaring komunitas antar daerah yang sudah dibangun dan kekompakan teman-teman di Kebumen.

“Sehingga Roadshow DITAMPART yang berkeliling 17 kota dan kabupaten di Jawa Tengah bisa mampir ke Pejagoan,” ujar dia.

Sebelumnya Roadshow DITAMPART telah melewati Pekalongan, Tegal, Brebes, Purwokerto (Banyumas) dan Cilacap. Kebumen menjadi titik keenam yang juga turut mewarnai perjalanan Roadshow DITAMPART dengan keragaman karya seni dan kreativitas anak mudanya, juga tak lupa berkolaborasi dengan para senior pendahulu.

Acara dibuka pertunjukan Kinjeng Dom, kelompok seni pondok pesantren yang menyatukan gamelan, sholawatan dan tembang-tembang Jawa. Diskusi yang mengundang narasumber Kabul Trifiyanto (KEKraf Kebumen), Agung Prasetyo (DKD Kebumen) dan Khasib Fatoni (Roemah Martha Tilaar) serta Arie Setyarini dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen, dipenuhi antusias anak muda yang turut berbagi gagasan dan bertanya perihal dinamika dan perhatian siapapun terhadap tumbuh kembangnya ekosistem seni dan kreatif di Kebumen.

Kabul Trifiyanto menyampaikan gagasan terkini dari KEKraf Kebumen “Kami mengajak anak muda di setiap kecamatan untuk menjadi sukarelawan, menjadi mitra kami dalam mendata dan aktif di berbagai kegiatan ekonomi kreatif di daerahnya masing-masing, karena anak muda yang lebih paham lapangan dan perkembangan situasi terkini”. Idez dari Perpustakaan Jalanan menegaskan “Kebumen butuh semakin banyak ruang publik untuk berkesenian yang mudah diakses”.

Yang membedakan event seni kali ini adalah orasi kebudayaan dari 2 generasi berbeda yaitu Teguh Hindarto (pemerhati seni dan sejarah lokal) dan Rey (Gubuk Kreatif, Perpustakaan Jalanan), pidato/orasi budaya semacam ini masih sangat jarang ditampilkan di Kebumen. Rey berorasi dengan lantang mengutip sastrawan dan budayawan Radar Pancha Dahana “Kejahatan yang lebih besar dari suatu rezim itu memotong kemampuan rakyatnya untuk berimajinasi..”.

Disambung dengan lebih tenang oleh Teguh Hindarto “Kota tidak hanya milik segelintir orang/kelompok tertentu yang punya kontribusi membangun secara teknis, para seniman dan budayawan juga punya kontribusi besar untuk membangun, menjaga dan melukis wajah kota..”. Semakin malam panggung diramaikan pertunjukan band Susah Tidur dan Jhonny Miligram Is Back asal Kebumen, serta Schelper asal Semarang. Selain panggung utama ada juga pameran, live grafiti dari seniman muda Kebumen bernama Javier (Mine) dan pertunjukan bebas Komunitas Skateboarding Kebumen. 

Kebumen telah menjadi bagian KaTa Kreatif (kota dan kabupaten kreatif) hasil tinjauan Kemenparekraf yang diresmikan tahun 2023. DITAMPART juga menjadi tamparan positif bagi beragam pelaku seni dan kreatif di Kebumen untuk lebih giat dan menyatu dalam berbagai bentuk kolaborasi. Dampaknya tentu akan semakin meluas dan bisa semakin luar biasa.

Kebumen memang belum memiliki gedung kesenian, tetapi berbagai ruang, sudut kota hingga pelosok desa bisa diisi secara kreatif oleh banyak komunitas dengan beragam kegiatannya. Perpustakaan Jalanan dan Pasar Gratis biasa berkumpul dan melakukan pertunjukan Panggung Kolektif di sekitaran Taman Rijang atau di Jl. Soekarno Hatta (Jl. Soeta), pemutaran film dari Kebumen Menonton dan komunitas film lainnya bisa dilakukan secara berpindah di Bioskop Perpustakaan Daerah, kafe, sekolah, kampus hingga balaidesa. Pameran Kebumen Menggambar dan fotografi bisa dimana saja, beberapa kali gedung bekas RSUD Kebumen dijadikan arena gigs musik.

Ruang-ruang terbuka di sepanjang jalan Soekarno-Hatta hingga alun-alun Kebumen harus menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk mengekspresikan seni secara bertanggung jawab, tanpa gangguan Satpol PP. Anak muda terus bergeliat tetapi dukungan pemerintah kabupaten Kebumen tetaplah dibutuhkan untuk menjaga agar semua bisa terdata, terfasilitasi dan saling memanusiakan dengan baik. ***

Tinggalkan Balasan