Sambut Pembelajaran Tatap Muka, 1.000 Santri di Banyumas Divaksin

Peristiwa363 Dilihat
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen Zubair atau Gus Yasin saat mengunjungi vaksinasi santri di Banyumas, Selasa (31/8/2021). /Foto: Humas Pemkab Banyumas.

Purwokertokita.com, Banyumas – Menjelang pembelajaran tatap muka, kegiatan vaksinasi mulai menyasar kalangan pelajar, di antaranya santri di Kabupaten Banyumas. Dua pondok di Banyumas, Pondok Pesantren Ponpes At Taujieh Al Islamy 2 Andalusia dan Ponpes Miftahul Huda menerima seribu dosis vaksin, Selasa (31/8/2021). Kedua pondok itu masing-masing menerima 500 dosis.

“Vaksinasi pesantren ini memang bagian dari persiapan ke sana (PTM). Karena, beberapa sudah mulai diperbolehkan dan uji coba. Makanya, kita persiapkan,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen Zubair atau Gus Yasin saat mengunjungi vaksinasi santri di Banyumas.

Saat ini ada 5 ribu santri dari 11 pondok pesantren yang telah divaksin. Gus Yasin yang juga Panglima Santri Gayeng Nusantara itu berharap vaksinasi bisa merata pada akhir tahun 2021.

Sementara Pengasuh Ponpes At Taujieh Al Islamy 2 Andalusia Kebasen, KH Zuhrul Anam Hisyam, berterimakasih atas program vaksinasi untuk santri. Gus Anam berharap, vaksinasi bisa menjangkau semua santrinya yang berjumlah 2.300 orang.

“Semoga dengan vaksin ini, sekolah bisa kembali tatap muka. Santri bisa ngaji tanpa rasa was-was,” tutur Gus Anam.

Status PPKM Level 3 di Banyumas

Kabupaten Banyumas kini masuk dalam kategori PPKM level 3 dari yang semula level 4. Penurunan status ini membuat Banyumas memungkinkan menggelar pembelajaran tatap muka.

“Ya memang kalau sudah level 3 boleh PTM (pembelajaran tatap muka),” ujar Bupati Banyumas, Achmad Husein.

Rencanyanya, Banyumas akan menerapkan pembelajaran tatap muka pada Rabu (1/9/2021). Pada awal penerapan pembelajaran tatap muka, ada 15 SD da 12 SMP yang mengawali. Selanjutnya secara bertahap semua sekolah dijenjang SD dan SMP.

“Dari sekitar 800 SD dan 167 SMP, semua sudah bagus dan sudah mempersiapkan bahkan sejak tahun 2020. Nunggu giliran saja, bertahap. Nanti setiap minggu juga akan evaluasi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Irawati.

 

Tinggalkan Balasan