Home Peristiwa Purbalingga Butuh 136.031 Dosis Faksin untuk Pelaku Ekonomi

Purbalingga Butuh 136.031 Dosis Faksin untuk Pelaku Ekonomi

pemakaman pasien

Purwokertokita.com, Purbalingga – Proses vaksinasi untuk mengendalikan wabah Covid-19 semakin dekat. Kabupaten Purbalingga mulai memetakan sasaran untuk menentukan kebutuhan dosis vaksin.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, drg Hanung Wikantono, mengatakan beberapa segmen yang menjadi prioritas penerima vaksin antara lain tenaga kesehatan dan anggota TNI-Polri.

“Sasaran Kabupaten Purbalingga untuk tenaga kesehatan 3.768 dosis,” kata Hanung melalui aplikasi perpesanan singkat, Rabu (6/1/2021).

Selain kalangan tenga kesehatan, vaksinasi diPurbalingga juga menyasar masyarakat umum pelaku ekonomi. Dinas Kesehatan mengalokasikan 136.031 dosis untuk para pelaku ekonomi.

Jumlah ini menjadi yang terbesar dibanding alokasi untuk kelompok penerima yang lain. Sasaran pegawai pelayanan publik misalnya hanya 31.072 dosis, masyarakat rentan 351.280 dosis dan masyarakat renta lainnya lansia) 133.572 dosis.

“Kebutuhan vaksin single dose 7536 dosis, kebutuhan vaksin multy dose 1.534.009 dosis,” ujar dia.

Untuk memenuhi kebutuhan fasilitas pelayanan vaksinasi dengan sasaran sebanyak itu, Dinas Kesehatan menyiapkan 31 fasilitas kesehatan. Fasilitas itu terdiri dari Puskesmas, rumah sakit pemerintah dan swasta, serta klinik TNI atau Polri.

Sementara untuk menyimpan vaksin, Dinas Kesehatan menyiapkan wadah yang disebut cold chain. Jumlah cold chain yang ada di Puskesmas ada 30 unit dan semua berfungsi. Hanung menjelaskan, suhu cold chain agar vaksin tak rusak ada pada kisaran 2-8 derajat Celcius.

“Dinkes punya 11 unit, satu rusak. Freezer 9 unit dengan suhu 2-8 derajat Celcius,” tuturnya.

Hanung mengatakan vaksinasi akan dimulai berjenjang dari pusat hingga ke daerah. Di pusat vaksinasi dimulai 13 Januari 2021. Di provinsi dimulai tanggal 14 Januari 2021.

“Untuk kabupaten/kota setelah itu. Untuk hal-hal teknis akan ada zoom meting lagi antara gubernur dan jajaran serta bupati/walikota yang didampingi OPD terkait, terutama Kadinkes,” ujar dia.

Hanung menambahkan, sesuai laporan video converence kesiapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, pemerintah telah mengadakan vaksin sejumlah 3 juta dosis ditambah 122.504.000 untuk bulan Desember 2020 – Januari 2021.

Rencana pengiriman vaksin akan meningkat dalam lima bulan mendatang. Bulan Januari sebanyak 5.817.000 dosis, Februari 10.450.000 dosis, Maret 13.300.000 dosis.

Pelaksanaan vaksinasi tahap pertama untuk tenaga kesehatan sejumlah 1.616.093 orang. Jumlah ini akan didistribusikan dalam dua tahap, bulan Januari 505.300 orang dan bulan Februari 1.089.340 orang.(rad)