
Purwokertokita.com – Kereta Api Pasundan jurusan Surabaya Gubeng- Kiaracondong, menabrak pantat truk bermuatan pasir di perlintasan KA no. 450 km 369+7/8 desa Kubangkangkung, Kawunganten, Senin (11/1).
Kecelakaan di perlintasan yaang terletak antara stasiun Jeruklegi- Kawunganten tersebut terjadi sekitar pukul 17.35. Saat itu sebuah truk bermuatan pasir bernomor polisi R 1856 DK yang melaju dari arah selatan tidak kuat menanjak setelah melewati perlintasan KA Kubangkangkung.
Truk melorot mundur hingga posisinya masuk jalur KA. Pada saat bersamaan KA Pasundan melaju dari arah timur sehingga bagian belakang truk tertabrak oleh lokomotif kereta api.
“Beruntung kejadian kecelakaan di perlintasan KA ini tidak sampai menimbulkan jatuhnya korban jiwa,” kata Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi 5 Purwokerto, Surono, saat dihubungi Liputan6.com, Senin (11/1).
Akibat kejadian tersebut KA Pasundan sempat tertahan di lokasi kejadian sekitar 2,5 jam karena menunggu proses evakuasi truk yang nyantol di pintu kereta serta proses langsir. Lokomotif CC 2039816 yang menarik KA Pasundan sendiri mengalami kerusakan sehingga harus digantikan lokomotif baru yang didatangkan dari stasiun Kroya.
“Evakuasi truk selesai pukul 18.45, namun karena lokomotif mengalami kerusakan terpaksa harus dilangsir ke Kawunganten dan diganti dengan lok baru yang didatangkan dari setasiun Kroya,” katanya.
Disamping KA Pasundan sendiri, dua KA lain masing- masing KA Serayu Malam tujuan Pasarsenen dan KA Serayu Siang tujuan Purwokerto juga terhambat perjalanannya. KA Serayu Malam tujuan Pasarsenen tertahan di stasiun Jeruklegi, sementara KA Serayu Siang tujuan Purwokerto tertahan di stasiun Kawunganten.
KA Pasundan saat itu ditarik lok CC 2039816 dan di awaki oleh Masinis Asep serta Assisten Masinis Kusmara. Kereta api yang membawa rangkaian 8 gerbong yang terdiri dari 6 gerbong ekonomi (K3), 1 gerbong kereta makan dan pembangkit generator (MP3) dan 1 gerbong engangkut barang (B) tersebut membawa sekitar 636 penumpang.
Klaim ganti kerugian.
Akibat kejadian ini PT KAI mengalami kerugian yang cukup besar. Disamping kerugian karena kerusakan lokomotif, juga kerugiaan akibat terhambatnya perjalanan beberapa kereta api sehingga mengalami keterlambatan cukup besar.
“Kami akan tuntut ganti kerugian kepada pengemudi dan pemilik truk, jumlahnya masih sedang kami hitung,” katanya.