Gotongroyong Atasi Kendala Vaksinasi Covid-19 untuk Kelompok Difabel di Banjarnegara

Peristiwa657 Dilihat
Seorang warga lanjut usia mengikuti vaksinasi inklusif di Punggelan, Banjarnegara, Rabu (15/12/2021). /Foto: Istimewa

PURWOKERTOKITA.COM, BANJARNEGARA – Dari sekian banyak kelompok masyarakat sasaran vaksinasi Covid-19, masyarakat penyandang disabilitas menjadi satu di antara kelompok yang paling sulit dijangkau.

Sederet kendala menjadi tantangan tim vaksinasi pemerintah daerah. Karena itu, perlu peran serta masyarakat agar para penyandang disabilitas bisa mengakses hak atas layanan kesehatan.

“Yang menjadi kendala bagi difabel yang tidak mau vaksin, misalnya aksesibilitas belum memadai, hambatan fisik, geografis, dan minimnya dukungan keluarga” kata Agus Sapta Eka, Kepala Puskesmas Punggelan 1.

Beberapa keluarga difabel kurang mendukung vaksinasi Covid-19 karena lemahnya literasi kesehatan ikhwal vaksin. Hal ini membuat mereka menelan mentah-mentah kabar hoaks tentang efek samping usai vaksinasi.

“Masih ada kekhawatiran pasca vaksin, persepsi salah, mitos vaksin, hingga kurangnya informasi tentang vaksin,” ujar Agus.

Sebagai jalan keluar, dibuatlah konsep vaksinasi inklusif yang ramah penyandang disabilitas. Vaksinasi inklusif mulai berjalan di Banjarnegara, khususnya di Kecamatan Punggelan, Banjarnegara pada Selasa, 15 Desember 2021.

Kegiatan vaksinasi inklusif ini terselenggara atas kerja sama Pemkab Banjarnegara dengan beberapa jaringan organsiasi masyarakat sipil yang peduli dengan hak-hak difabel seperti Komunitas Sahabat Difabel, PPDI Banjarnegara, Yayasan Peduli Kemanusiaan, dan lain-lain.

“Kami menyediakan mobil layanan antar jemput bagi warga kelompok rentan terutama difabel dan lansia yang dilengkapi dengan alat bantu disabilitas seperti kursi roda, walker dan kruk untuk membantu sahabat difabel dan lansia serta kelompok rentan lain,” tutur Novi, relawan Komunitas Sahabat Difabel.

Vaksinasi inklusif kali ini diselenggarakan di dua tempat, yakni Puskesmas Punggelan 1 dan Puskesmas Punggelan 2. Dari dua titik itu, tim vaksinasi menjaring sasaran sebanyak 1.625, baik dosis satu maupun dua.

Sukiman, salah satu Difabel Daksa yang harus dijemput dan digendong tim relawan mengaku amat bersyukur. Ia berharap dengan mengikuti vaksinasi akan membuat imun lebih kuat dan bisa terhindar dari Covid-19.

“Kami sangat terbantu,” ucapnya.

Vaksinasi Covid-19 kini menyasar hampir semua lapisan masyarakat, termasuk kelompok difabel, lansia, dan anak-anak di atas 12 tahun.

“Target kami pada akhir tahun, 90 persen warga kami sudah tervaksinasi,” kata Camat Punggelan, Joko Prayitno.

Tinggalkan Balasan