Kontingen Banyumas pada Peparprov Jawa Tengah III tahun 2018, berfoto bersama di depan Aula Dinporabudpar Banyumas, Senin (12/11).

Purwokertokita.com – Pemerintah Kabupaten Banyumas menargetkan kontingen Banyumas pada Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jawa Tengah III tahun 2018, bisa masuk lima besar.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani menyampaikan hal ini saat melepas kontingen, Senin (12/11), di Aula Kantor Dinporabudpar.

Menurut Asis, posisi lima besar sebisa mungkin diupayakan, karena Banyumas memiliki satu atlet asal Desa Ciberung, Kecamatan Ajibarang yang berprestasi di kancah nasional dan internasional, yakni Sapto Yogo Purnomo. Terakhir, Sapto berhasil menjadi yang terbaik di nomor lari 200 meter Asia Para Games 2018.

Baca Juga  Kwarcab Purbalingga Borong Empat Penghargaan Tingkat Kwarda Jateng

“Dari kisah Sapto Yogo Purnomo ini, saya harapkan bisa menjadi inspirasi bagi para atlet paralimpik Banyumas yang akan berjuang di Peparprov di kota Solo,” ujar Asis.

Asis mengatakan, selain target tersebut, pihaknya berjanji akan terus membantu dan memberikan pendampingan kepada pengurus Komite Paralimpik Nasional (NPC) Banyumas untuk berdiri sendiri di tahun 2019.

“Saya berharap NPC Banyumas setelah Peparprov 2018, bisa segera membuat pengajuan kepada Bupati untuk mendapatkan anggaran hibah seperti KONI. Sehingga kebutuhan atlet seperti bonus dan tali asih bisa terwujud di tahun 2019,” kata Asis.

Baca Juga  Kabar Gembira, Gaji Guru Honorer Purbalingga Naik Drastis

Sementara itu, Ketua NPC Banyumas, Suwito mengatakan, belum berani menjanjikan perolehan medali emas, tapi kalau medali perak atau medali perunggu akan diusahakan.

“Di Peparprov 2013, kita memperoleh 5 medali perak dan 2 medali perunggu serta berada di 20 besar,” katanya.

Dari 9 cabang olahraga yang dipertandingkan, lanjutnya, Banyumas turun di 6 cabang. Di antaranya atletik, bulutangkis, tenis meja, catur, dan renang.

Peparprov diselenggarakan pada 13 – 16 November 2018 di Kota Surakarta. Dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah, hanya Kota Pekalongan dan Kabupaten Tegal yang tidak ikut dalam ajang tersebut. (NS/YS)