Bawaslu Purbalingga Ajak Masyarakat Termarjinalkan Awasi Pemilu

Pemilu, Peristiwa49 Dilihat

PURWOKERTOKITA.COM, PURBALINGGA – Bawaslu Purbalingga menggelar sosialisasi pengawasan pemilu untuk masyarakat pinggiran dan yang terpinggirkan, Rabu (24/1/2024). Sosialisasi bertujuan mengedukasi serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan pada Pemilu tahun 2024.

Acara berlangsung di Wisma Asrie Tien Catering ini dihadiri berbagai komunitas yang menjadi bagian integral dari masyarakat pinggiran. Di antara mereka ada komunitas transgender, penyintas ODHA (orang dengan HIV-AIDS), pengayuh becak, ojek pangkalan, dan seniman ebeg.

Ketua Bawaslu Purbalingga, Misrad SE, menegaskan komitmen untuk melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam kegiatan sosialisasi pengawasan Pemilu.

“Kami ingin menggandeng seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali agar mereka paham dengan tahapan pemilu karena mungkin mereka tidak mendapat akses terhadap informasi kepemiluan dan turut mengawasi jalannya pemilu di setiap tahapan,” katanya.

Bawaslu Purbalingga berupaya memastikan setiap warga, tanpa memandang latar belakang atau kondisi sosialnya, dapat berpartisipasi aktif dalam pengawasan Pemilu.

Misrad menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap tahapan-tahapan Pemilu sebagai landasan utama untuk mengawasi proses pemilu.

Selain itu, kesenjangan informasi yang mungkin dialami oleh sebagian masyarakat diharapkan dapat terpecahkan.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah peserta yang mencerminkan keberagaman masyarakat. Komunitas Pegiat Seni Jalanan, Komunitas Pegiat Seni Kudakepang, Komunitas Ojek Pangkalan, Komunitas Penarik Becak Purbalingga, serta Kelompok Dukungan Sebaya Harapan Baru Kabupaten Purbalingga. Tidak ketinggalan, Komunitas Juru Parkir juga ikut meramaikan kegiatan ini.

Keberagaman latar belakang peserta menjadi potensi besar dalam mendukung upaya meningkatkan pengawasan partisipatif masyarakat dalam pengawasan Pemilu, dan meneguhkan semangat demokrasi di tingkat lokal.
Pemateri dalam acara ini adalah Anggota Bawaslu Kabupaten Purbalingga, Muhammad Wakhiddin MSos, dan Wawan Eko Mujito SPdI.

Sosialisasi ini diharapkan bisa meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi jalannya Pemilu tahun 2024. Peserta diajak untuk secara proaktif memeriksa apakah wilayah sekitar rumah mereka sudah terdaftar dengan benar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Selain itu, mereka diharapkan dapat memberikan informasi kepada Bawaslu mengenai kegiatan masyarakat di lingkungan sekitarnya, sehingga Bawaslu dapat lebih memahami dinamika lokal yang mungkin berpengaruh pada proses Pemilu.

Para peserta juga didorong untuk menjadi mata dan telinga Bawaslu dengan memberikan informasi atau melaporkan dugaan pelanggaran pemilu yang mungkin terjadi di lingkungan sekitar mereka. Dengan demikian, masyarakat dapat turut berperan aktif dalam menjaga integritas dan keadilan Pemilu.

Selain itu, peserta diharapkan dapat mendeteksi dan melaporkan informasi terkait dengan penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta politisasi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di media sosial agar lingkungan sosial terjaga polarisasi yang dapat memengaruhi proses Pemilu secara negatif. Harapanya, dapat tercipta Pemilu yang lebih transparan, adil, dan demokratis, serta memberikan ruang bagi setiap suara dapat didengar dan dihargai.

Muhammad Wakhiddin menyampaikan, komunitas-komunitas pinggiran memiliki peran strategis dalam mengawasi proses Pemilu.

“Kehadiran mereka tidak hanya sebagai saksi, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam melindungi hak suara setiap warga negara,” ujarnya.

Sementara itu Wawan Eko Mujito menambahkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu memiliki dampak yang sangat besar dalam memastikan proses berjalan adil dan bersih.

“Keterlibatan komunitas dari segala lapisan masyarakat, termasuk yang berada di pinggiran, menjadi kunci utama untuk menjaga integritas demokrasi kita,” tuturnya.

Sosialisasi ini diharapkan bukan hanya memberikan pemahaman mengenai pengawasan partisipatif, tetapi juga membuka ruang diskusi antara Bawaslu dan masyarakat pinggiran. Hal ini bertujuan untuk saling bertukar pandangan serta merumuskan langkah-langkah strategis guna meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan Pemilu mendatang.

Bawaslu Kabupaten Purbalingga berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat pinggiran dan marginal dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas Pemilu. Dengan demikian, setiap suara warga negara diharapkan dapat terwujud secara adil dan demokratis, menciptakan suatu proses Pemilu yang transparan dan berintegritas.

Ketua Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Harapan Baru Kabupaten Purbalingga Elis Suryani, mengungkapkan rasa terima kasih atas keterlibatan kelompoknya dalam acara sosialisasi pengawasan Pemilu. Dalam pernyataannya, Elis menyatakan, “kami mengucapkan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk terlibat dalam acara ini dan merasa termotivasi. Kami siap mendukung serta memotivasi teman-teman KDS untuk terus bersemangat dan mendukung Pemilu yang bersih.”
Elis Suryani menegaskan komitmen KDS Harapan Baru untuk berperan aktif dalam menciptakan Pemilu yang transparan dan adil. Dengan keterlibatan kelompok sebaya, diharapkan semangat positif ini dapat menular kepada masyarakat lainnya, menciptakan gelombang dukungan yang kuat untuk proses demokrasi yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan