Gempur Rokok Ilegal

gempur rokok ilegal
Purbalingga Rintis Wisata Edukasi Sejarah ‘Rasa Soedirman’
Wisata

Purbalingga Rintis Wisata Edukasi Sejarah ‘Rasa Soedirman’

Serombongan siswa SD 3 Makam, Kecamatan Rembang, Purbalingga saat mengikuti wisata edukasi sejarah di Museum Tempat Lahir Jenderal Besar Soedirman, beberapa waktu lalu./Foto: Istimewa

PURWOKERTOKITA.COM, PURBALINGGA – Siapa yang tak kenal Jenderal Besar Soedirman, jenderal yang populer dengan taktik perang gerilya kala menghadapi agresi militer Belanda. Namanya masyhur di buku-buku sejarah yang diajarkan di ruang-ruang kelas.

Namun tak banyak yang menyangka, sang jenderal ternyata lahir di Purbalingga, di Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang.

Untuk mengenang jasa Jenderal Soedirman, dibangunlah museum tempat lahir Jenderal Soedirman di Desa Bantarbarang.

Di museum itu, ada benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan Jenderal Soedirman. Ada pula diorama di dinding depan museum yang mengisahkan perjalanan hidup sang jenderal.

Museum ini menjadi sumber pengetahuan berbagai hal tentang Jenderal Soedirman. Bagi yang ingin mengenal Jenderal Soedirman, Dinas Pariwisata dan Perumda Owabong menyediakan paket wisata bernama Rasa Soedirman.

“Kami membuat kemasan paket wisata sejarah berlatar kisah panglima TNI pertama di Indonesia itu, semua kegiatannya kami beri sentuhan ‘Rasa Soedirman’,” kata Kepala Bidang Pariwisata Dinporapar Gunanto Eko Saputro.

Baca Juga  Hore! Pengemudi Ojol Purbalingga Terima Bantuan Sosial BBM, Kamu Udah Terima Belum?

Sebagai permulaan, Dinas Pariwisata menyelenggarakan uji coba paket wisata edukasi sejarah yang menjadi standar wisata edukasi.

Kegiatan yang dilaksanakan dimulai dari sesi perkenalan, ice breaking, dilanjutkan tour museum dan penjelasan mengenai koleksi dan diorama yang ada di museum. Setelah itu, ada penjelasan sejarah dan kiprah ‘Sang Jenderal’.

Berikutnya ada ‘Games Rasa Soedirman’, di antaranya membuat Teh Tiyung, teh kesukaan Pak Dirman berupa teh tubruk, gula batu dan jeruk nipis yang diseduh air panas.

Kemudian, main bola kaki khusus kaki kiri, sebab menurut cerita Pak Dirman jago main bola, seorang bek handal yang kuat di kaki kiri. Setelah itu, permainan ‘Usung Tandu’ untuk meneladani perjuangan beliau selama bergerilya melawan penjajahan Belanda.

Usai selesai semua kegiatan, rehat untuk menikmati sajian. Lagi-lagi spesial, kudapannya dodol atau jenang dari Ciplukan, buah eksotis yang disukai Pak Dirman.

Lalu makanan utamanya paduan nasi jagung, urab dan iwak peyek, sajian tradisional yang konon juga disukai oleh Sang Jenderal.

Baca Juga  Sayur dan Beras untuk Masyarakat, Bansos dari Polres Purbalingga

Sementara itu, Ketua TIC Bambang Eddy Siswondo menyatakan pihaknya siap untuk menginformasikan dan memasarkan wisata sejarah tentang Jenderal Soedirman di tanah kelahirannya.

“Wisata ‘Rasa Soedirman’ ini akan melengkapi paket-paket wisata di Purbalingga,” katanya.

Bambang optimis wisata di Purbalingga akan semakin diminati ke depannya.

“Saat ini covid sudah melandai, semoga wisata segera menggeliat dan wisata sejarah Jenderal Soedirman ini bisa menjadi pilihan yang menarik,” ujarnya.

Abu Suratin, manajer MTL Soedirman pun menyatakan komitmenya untuk membumikan keteladanan Pak Dirman melalui wisata.

“Kami berterimakasih dengan sinergitas ini dan semoga terus dilanjutkan,” ujarnya.

Sebagai informasi, Panglima Besar Jenderal Soedirman dilahirkan di Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Purbalingga pada 24 Januari 1916.

Beliau wafat pada 29 Januari 1950 setelah memimpin perang gerilya melawan Agresi Militer Belanda dalam kondisi sakit. Atas jasa dan perjuangannya, Jenderal Soedirman ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Related posts