Home Video Mengembalikan Kejayaan Seni Rupa Banyumas Lewat Pameran Tiga Zaman

Mengembalikan Kejayaan Seni Rupa Banyumas Lewat Pameran Tiga Zaman

Purwokertokita.com – Kabupaten Banyumas memiliki sejarah panjang dalam dunia seni rupa. Bahkan, pernah menahbiskan diri sebagai sentra lukisan, tatkala galeri lukis memenuhi sepanjang Jalan Jenderal Soedirman, Sokaraja. Tahun 1970-1980, daerah ini menjadi “jujugan” para wisatawan yang hendak mencari lukisan yang disemat dari sebutan orang Belanda untuk keindahan alam Indonesia, “mooij indie”.

Konsep realis naturalis ini sebenarnya sudah berkembang di Eropa pada awal abad 20. Waktu itu, pemerintah Belanda membutuhkan dokumentasi tetang alam, budaya, dan kondisi tanah jajahannya, seperti Indonesia. Karena foto belum umum digunakan kala itu, maka dikirimlah pelukis-pelukis bergaya realis naturalis untuk ”mengabadikan” keadaan Indonesia. Konsep ini mempengaruhi orang pribumi. Ada tiga orang ”kampium” waktu itu, yaitu Abdullah Suryo Subroto dari Solo, Wakidi dari Semarang, dan Pirgadi dari Purbalingga.

Mooj Indie sendiri masuk ke Sokaraja sekitar pertengahan tahun 1950. Adalah Fatoni dan Gesang Naerobi yang ”mencurinya” dari pusat lukisan mooi Indie, Bandung. Ada pula yang menyebut lukisan mooij indie ini adalah realis sempalan.

Keinginan untuk membangkitkan kembali galeri lukis terpanjang se Asia Tenggara itu menjadi titik awal pameran ini. Sebab, saat ini, galeri lukisan maupun tempat berkumpul dan beraktivitas para pegiat seni rupa sangat jarang ditemui di Banyumas. Di sisi lain, Baturraden merupakan salah satu kawasan wisata unggulan yang membutuhkan cinderamata khas seperti lukisan karya perupa Banyumas.

Berawal dari cita-cita ini, dan sedikit keyakinan bahwa Banyumas memiliki ratusan perupa handal, maka Galeri Seni Kampoeng Maen, yang berlokasi di Jalan Raya Baturraden KM 7, ingin hadir sebagai salah satu jawaban kebutuhan tempat nongkrong, arena pajang karya hingga tempat berkumpul, berdiskusi dan memproduksi karya yang dapat mempertemukan langsung dengan konsumen, penikmat dan kolektor seni.

Sejarah panjang perupa Banyumas itu akan dihadirkan dalam bentuk karya rupa, dialog dan ruang berbagi yang dinamis. Diskusi-diskusi seni rupa tersebut perlu dihidupkan lagi untuk merintis jalan mengangkat dunia seni rupa di Banyumas.

Baca Juga

Video : Alat Pengaman Panjat Pohon Bagi Penderes di Banyumas

Purwokertokita.com – Merasa miris dengan tingginya angka kecelakaan penderes di Kabu…