Gempur Rokok Ilegal

gempur rokok ilegal
Wisata ‘Horor’ Benteng Pendem Cilacap, Saksi Pertahanan Kolonial
Ragam

Wisata ‘Horor’ Benteng Pendem Cilacap, Saksi Pertahanan Kolonial

Benteng Pendem Cilacap (disporapar Cilacap)

PURWOKERTOKITA.COM, CILACAP-Benteng Pendem menjadi salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Cilacap. Benteng Pendem mungkin oleh sebagian orang dikesankan horor atau mistis. Namun sejatinya, bangunan peninggalan Belanda itu punya nilai sejarah yang penting.

Dikutip dari laman resmi Disporapar Cilacap, Benteng Pendem terletak di bagian tenggara kota Cilacap, ujung Timur Pantai Teluk Penyu di wilayah Kelurahan Cilacap.  Bagian selatan Benteng Pendem adalah Samudera Indonesia, sisi selatan Selat Nusakambangan, sebelah Barat Kantor Pertamina Area 70, dan sebelah Utara tangki – tangki penampungan bahan minyak mentah Pertamina UP IV Cilacap yang berada di Area 70.

Akses  menuju ke Benteng Pendem dapat ditempuh dari  terminal bus dan angkutan kota kurang lebih 5 kilometer, serta 2 kilometer  dari pusat Pemerintahan Kabupaten Cilacap, dan 1 kilometer  dari Objek Wisata Teluk Penyu.

Berdasarkan dokumen peta dari Belanda pada tahun 1988, secara keseluruhan luas area Benteng Pendem ± 10,5 hektar. Sebagian lahan dipergunakan untuk pembangunan tangki Pertamina seluas 4 ha. Saat ini, kawasan Benteng Pendem tinggal 6,5 ha.

Keberadaan Benteng Pendem baru 60 persen dari keseluruhan data yang ada. 40 persen lainnya masih menjadi misteri dan dimungkinkan tertimbun pasir.

Benteng Pendem aslinya bernama BATTERIJ OP DE LANTONG TE TJILATJAP yang berarti tempat pertahanan pantai di atas tanah menjorok ke laut menyerupai bentuk lidah.

Benteng Pendem dibangun oleh Tentara Kerajaan Belanda dari tahun 1861 – 1879, dan digunakan sebagai markas tentara Belanda untuk pertahanan Pantai Selatan Pulau Jawa di bagian Selatan.

Wajar,  Cilacap dipandang strategis untuk pendaratan dan pantainya terlindung oleh Pulau Nusakambangan. Hingga tahun 1942, pada saat masuknya tentara Dai Nippon (Jepang ) ke Indonesia, Benteng Pendem dijadikan markas tentara Jepang.

Saat tanggal 14 Agustus 1945 Jepang kalah perang dari sekutu, Benteng Pendem Cilacap kembali ke tangan tentara Hindia Belanda ( KNIL ) sampai tahun 1950.

Selama 2 tahun sampai tahun 1952 Benteng dalam keadaan kosong atau tidak ada yang menguasai.

Baru pada tahun 1952 akhir sampai 1965, Benteng Pendem dijadikan markas Tentara Nasional Indonesia (TNI), di antaranya Pasukan Banteng Loreng.

Dalam perjalanannya, Benteng Pendem sempat dimanfaatkan untuk markas latihan lintas hutan, gunung, rawa dan laut oleh Pasukan RPKAD (kini Kopassus) yang membangun Tugu Monumen Peluru 2 buah sebagai pintu utama masuk ke dalam Komplek Benteng Pendem pada saat itu.

Sayang antara tahun 1965 – 1986, Benteng Pendem sempat terbengkelai. Hingga Pemerintah melaksanakan pembangunan dermaga kapal, kantor dan tangki minyak untuk Pertamina dengan sebutan Area 70 memanfaatkan sebagian areal Benteng Pendem seluas 4 ha.

Pada tanggal 26 November 1986, seorang warga Cilacap memberanikan diri untuk menggali dan menata lingkungan Benteng Pendem. Hingga tanggal 28 April 1987, Benteng Pendem dapat dikunjungi dan resmi dibuka untuk umum hingga saat ini.

Related posts