local media summit

Warga dan PT Geo Dipa Sepakati 5 Hal Terkait Polemik Pembangunan PLTP Dieng II, Apa Saja?
Peristiwa

Warga dan PT Geo Dipa Sepakati 5 Hal Terkait Polemik Pembangunan PLTP Dieng II, Apa Saja?

Warga Desa Karangtengah dan Bakal, PJ Bupati Banjarnegara, dan PT Geo Dipa Energi berfoto usai menandatangani kesepakatan setelah sempat bersitegang pada pertemuan sebelumnya, Jumat 28 Oktober 2022. (Foto: Istimewa)

PURWOKERTOKITA.COM, BANJARNEGARA – Perjuangan panjang warga Desa Karangtengah dan Bakal di Batur, Dieng Banjarnegara akhirnya membuahkan kesepakatan bersama. Tuntutan warga agar pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi PT Geo Dipa Energi Dieng II di wellped 38 dibatalkan akhirnya terwujud.

Warga Desa Karangtengah dan Desa Bakal, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara yang tergabung dalam Masyarakat Penolak Power Plant Dieng 2 mendatangi Temporary Office Power Plant Dieng 2 PT Geodipa Energi pada Jumat, 28 Oktober 2022.

Pertemuan yang dihadiri Fokopimda, camat hingga kepala desa ini berlangsung dari pukul 14.09 WIB hingga pukul 19.00 WIB. Pertemuan para pihak ini membahas kesepakatan yang sebelumnya dicapai pada musyawarah bersama pada Senin 24 Oktober 2022 di Balai Desa Karangtengah.

Ketika itu, warga dan pekerja PT Geo Dipa sempat bersitegang akibat tidak adanya titik temu antara kedua belah pihak. Namun warga dan PT Geodipa Energi akhirnya menyepakati lima poin kesepakatan, antara lain:

Baca Juga  Bupati Purbalingga Ajak Desa Tanggung Biaya Blocking Seat Pesawat untuk Ramaikan Bandara JB Soedirman

1. Pembongkaran pagar dan perataan bangunan ex mess PLN di Wellpad 38 dapat dilakukan. Selanjutnya, GDE dipersilahkan untuk memasang patok sebagai pembatas area lahan milik GDE
2. Pengambilan seluruh material proyek yang terdapat pada area ex mess PLN/Wallpad 38 dapat dilakukan dan tidak ada pembangunan pembangkit listrik (power plant) dan sumur panas bumi. Pembangunan yang dapat dilakukan di Wilayah Desa Karangtengah dan Desa Bakal, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara merupakan pembangunan yang tidak membahayakan masyarakat dan ekosistem
3. Proses pembongkaran pagar (teknis menunggu izin penghapusan asset terbit), peralatan bangunan ex mess PLN, dan pengambilan material proyek pada area ex mess PLN/Wellpad 38 dilakukan selama 50 hari kerja terhitung sejak surat perjanjian bersama ini ditandatangani.
4. Masyarakat Desa Karangtengah dan Desa Bakal ikut Memantau dan mengawasi secara langsung kegiatan pengambilan material proyek serta perataan bangunan ex mess PLN. Pintu gerbang dibuka lebar dan akan tetap dibuka.
5. Pekerja yang akan mengerjakan perataan bangunan ex mess PLN merupakan masyarakat lokal Desa Karangtengah.

Baca Juga  Meriahkan Hari Santri, CLC Purbalingga Putar Film “Pesantren”

Lima poin kesepakatan tersebut ditanda tangani oleh Rei Armand selaku HSE & Safeguard Manager PT Geodipa Energi, Izzudin selaku Project Manager Dieng 2 PT Geodipa Energi, pejabat publik yang hadir, serta perwakilan warga Desa Karangtengah dan Bakal.

Pada pukul 19.30 WIB, PT Geodipa Energi bersama warga penolak Power Plant Dieng 2 membuka gerbang sebagai realisasi tuntutan nomor empat.

Penandatanganan surat kesepakatan ini merupakan buah dari perjuangan warga yang ingin melindungi ruang hidupnya. Meskipun tuntutan terpenuhi, namun warga akan tetap mengawal realisassi dari kesepakatan tersebut.

Siti selaku perwakilan masyarakat Desa Karangtengah mengatakan perjuangan tidak berhenti sampai disini. Ia dan warga akan terus memperjuangkan ruang hidup warga desa.

“Kemenangan ini mampu menjadi penyulut semangat perjuangan-perjuangan di wilayah-wilayah lain terkhusus yang terdampak oleh proyek Geothermal Dieng,” ujar rilis Walhi Jateng.

Related posts