Gempur Rokok Ilegal

gempur rokok ilegal
Pilu Nasib Driver Truk hingga Petani di Banjarnegara Ketika ODOL Diberlakukan
Bisnis, Peristiwa

Pilu Nasib Driver Truk hingga Petani di Banjarnegara Ketika ODOL Diberlakukan

Demo sopir truk diparkir di sepanjang jalan nasional Semampir Banjarnegara

PURWOKERTOKITA. COM, BANJARNEGARA-Sopir truk dan pengusaha angkutan barang di Kabupaten Banjarnegara menggelar demonstrasi untuk memprotes kebijakan Over Dimension dan Over Load (ODOL).

Mereka memarkir banyak truk di pinggir jalan nasional, Semampir Banjarnegara. Arus lalu lintas sempat terganggu karena kegiatan itu.

Sebagian yang lain mengikuti audiensi di kantor Dishub dan DPRD Banjarnegara. Di sana mereka menyampaikan aspirasinya.

Pengusaha angkutan barang Dani Indra saat audiensi di DPRD mengatakan, pihaknya sebenarnya mendukung kebijakan demi keselamatan lalu lintas. Hanya mestinya pemerintah harus memikirkan dampak kebijakan itu ketika diterapkan.

Baca Juga  Sudirman Fashion Street, Balutan Budaya Pop dalam Pengenalan Motif Batik Sudirman Khas Purbalingga

Karena menurutnya, mereka yang terdampak kebijakan itu bukan hanya pengusaha angkutan barang, namun juga sopir, pedagang, bahkan petani.

Di Banjarnegara, umumnya mobil angkutan barang untuk mengangkut sayur dan buah hasil panen petani. Truk bermuatan sayur dan buah dengan muatan lebih sudah biasa.

“Nanti kena semua kalau aturan ini ditegakkan, “katanya, Selasa (22/2/2022)

Harun, driver truk mengatakan, petani juga akan keberatan jika kebijakan itu diterapkan. Soalnya, petani juga biasa membeli pupuk dari luar kota yang diangkut menggunakan truk.

Baca Juga  Sayur dan Beras untuk Masyarakat, Bansos dari Polres Purbalingga

Biasanya sekali angkut, sopir bisa membawa pupuk 200 karung dengan bobot 7 ton. Padahal jika menurut aturan ini, sopir hanya bisa mengangkut maksimal 4,3 ton atau sekitar 100 karung.

Karena tidak bisa mengangkut banyak sekaligus, harga pupuk terpaksa akan dinaikkan untuk menutup operasional atau ongkos transportasi. (JAC)

Related posts