Gempur Rokok Ilegal

gempur rokok ilegal
Ngeri, Obat Terlarang Dijual Bebas di Warung Kelontong Banyumas
Peristiwa

Ngeri, Obat Terlarang Dijual Bebas di Warung Kelontong Banyumas

psikotropika jenis Riklona dan Alprazolam
Ilustrasi. Barang bukti obat psikotropika jenis Riklona dan Alprazolam pada ungkap kasus narkotika di Polres Kebumen./Foto: Istimewa

PURWOKERTOKITA.COM, BANYUMAS – Sat Res Narkoba Polresta Banyumas menyita ratusan butir obat terlarang dari sebuah warung kelontong yang beralamat di Jalan Martadireja Kelurahan Purwokerto Wetan Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas, Kamis (18/8/22).

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Edy Suranta Sitepu melalui Kasat Narkoba Polresta Banyumas AKP Guntar Arif Setiyoko, SIK, MH, mengatakan terbongkarnya kasus ini bermula dari laporan warga sekitar dengan aktivitas mencurigakan di warung kelontong tersebut.

“Kami mendapatkan informasi adanya sebuah warung kelontong yang kedapatan menjual obat tanpa dilengkapi dengan ijin peredaran obat, dan ini menjadi sebuah keresahan bagi warga,” ujar Guntar.

Baca Juga  Warga Purbalingga Tewas Tersengat Listrik, Terlempar karena Setrum Tegangan Tinggi

Petugas kemudian menindaklanjuti dengan menggerebek lokasi dan mengamankan pelaku penjual obat tanpa ijin edar yang berinisial MA (33) warga Desa Blang Jruen, Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara.

“Dari dalam warung, petugas melakukan penggeledahan dan mendapati 29 obat kemasan bertuliskan TRAMADOL HCI 50 MG, 20 butir obat kemasan bertuliskan TRIHEXYPHENIDYL 2 MG, 88 butir obat kuning bertuliskan mf, satu bungkus plastik yang berisi plastik klip transparan / untuk pembungkus obat, satu buah Hand Phone Merk Realmi warna biru dan uang tunai sejumlah Rp 186 ribu,” kata dia.

Baca Juga  Sudirman Fashion Street, Balutan Budaya Pop dalam Pengenalan Motif Batik Sudirman Khas Purbalingga

Selanjutnya petugas membawa dan mengamankan pelaku MA beserta barang bukti ke kantor Sat Resnarkoba Polresta Banyumas untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

“Atas kejadian tersebut, pelaku dijerat dengan pasal dugaan adanya tindak pidana setiap orang dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi dan atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan dan mutu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan,” ucap Kasat Narkoba.

Related posts