local media summit

Menilik Pendampingan Jurnalis Warga Ala Purwokertokita.com, Ketika Warga Mandiri Membuat Berita
Peristiwa

Menilik Pendampingan Jurnalis Warga Ala Purwokertokita.com, Ketika Warga Mandiri Membuat Berita

Pelatihan jurnalistik di Desa Prendengan Banjarnegara

PURWOKERTOKITA.COM, Di era kemudahan teknologi saat ini, informasi masih menjadi kebutuhan viral di masyarakat.

Yang berubah adalah pola distribusi informasi yang tak lagi dimonopoli  media mainstream. Setiap warga bahkan leluasa menyebarluaskan informasi peristiwa di sekitarnya bermodal smartphone di genggamannya.

Hanya minumnya keterampilan jurnalistik membuat informasi yang disebar warga diragukan kredibilitasnya, tak memenuhi kaidah jurnalistik.

Purwokertokita.com hadir menjawab kebutuhan itu. Ia menjadi media alternatif bagi warga di Banyumas Raya yang memberikan rasa baru.

Bukan hanya fokus di dapur redaksi. Tim Purwokertokita.com yang diisi para eks jurnalis media mainstream intens melakukan pelatihan  dan pendampingan ke jurnalis warga.

Seperti halnya 20 an pemuda di Desa Prendengan, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara.

Mereka antusias belajar jurnalistik bersama tim Purwokertokita di Desa Prendengan, September bulan lalu.

Khoirul, trainer jurnalistik dari AJI Purwokerto mengatakan, sebagian peserta yang mengikuti pelatihan adalah pemuda putus sekolah. Namun itu tak menjadi masalah.

Baca Juga  Polisi Gerebek Judi 303 di Banyumas, 4 Orang Diamankan

Menurutnya, pengetahuan jurnalistik mudah dipahami dan dipraktikkan, bahkan bagi yang berpendidikan rendah.

“Kalau punya keterbatasan kemampuan menulis, mereka bisa menjadi jurnalis video. Untuk mengambil video berita, keterampilannya lebih sederhana dan mudah diaplikasikan, ” katanya

Yang terpenting baginya adalah semangat belajar para pemuda di desa dalam mempelajari  ilmu jurnalistik. Jikapun tidak menjadi jurnalis warga, minimal mereka bisa menjadi agen untuk melawan informasi hoaks yang membanjiri media internet.

Karena melalui pendampingan ini mereka jadi paham, berita yang valid harus memenuhi standar 5W+1H dengan nara sumber yang terkonfirmasi.

Sehingga mereka tidak mudah cermat meneliti berita-berita yang kredibel maupun bukan di media online.

Lebih dari itu, dengan kemampuan jurnalistik, warga pun bisa menjadi jurnalis dengan tetap memerhatikan kode etik.  Mereka bisa meliput peristiwa atau objek berita di wilayah sekitarnya layaknya wartawan profesional.

Baca Juga  Kantor Desa dan Rumah Warga di Kebumen Terancam Ambles

Purwokertokita.com siap menampung karya jurnalistik jurnalis warga yang telah terlatih dan mendapat pendampingan.

“Prosesnya seperti jurnalis pada umumnya, mereka liputan terus dibuat produk jurnalistik, bisa berita teks atau video, lalu dikirim ke redaksi untuk editing sebelum tayang, ” katanya

Tumbuhkan Kepercayaan Diri

Jurnalisme warga bukan hanya soal kemampuan mangolah berita dari masyarakat sipil.

Kemampuan jurnalistik nyatanya mampu menumbuhkan rasa percaya diri warga. Sebab mereka dituntut bisa melakukan wawancara terhadap nara sumber berkompeten, termasuk pejabat yang selama ini mereka takut menghadapnya.

Kemampuan itu juga menumbuhkan sikap kritis warga terhadap berbagai isu di sekitarnya. Sehingga mereka menjadi bagian dari sistem kontrol sosial yang diperankan oleh media massa.

“Karena banyak isu yang mesti disuarakan, namun tidak terjangkau oleh jurnalis media mainstream. Mereka lah yang akan menjawabnya. Menyuarakan yang tak tersuarakan, ” katanya

 

Related posts