Gempur Rokok Ilegal

gempur rokok ilegal
Budaya Banyumas Menolak Punah, Tapi Bercampur Budaya Luar
Lokal Banyumasan, Peristiwa

Budaya Banyumas Menolak Punah, Tapi Bercampur Budaya Luar

Kesenian Janeng Kebumen (ist)

PUWOKERTOKITA.COM-BANYUMAS-Sebagian Kebudayaan Banyumas saat ini sudah mulai jarang ditemui. Terlebih di zaman serba canggih dan moderen, kebudayaan lokal kian tergusur.

Menurut Prof.Dr. Sugeng Priyadi, M.hum, sejarawan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), budaya bisa saja punah karena faktor tertentu. Budaya bisa juga bercampur dengan kebudayaan lain (akulturasi) lain dari luar.

“Biasanya di Indonesia itu sering adanya campuran, orang Jawa itu senangnya mencampur-campur budaya asing dengan kebudayaannya sendiri.

Baca Juga  Sayur dan Beras untuk Masyarakat, Bansos dari Polres Purbalingga

Kalau hilang sangat ya tidak. Hilang sama sekali itu kalau orangnya terkena bencana alam, seperti di Yunani kalau tidak salah,” tegasnya

Menurutnya, kebudayaan Banyumas akan tetap ada, hanya tercampur dengan budaya luar. Budaya luar yang dimaksud bukan dari luar negeri, namun juga kebudayaan yang berasal dari luar wilayah Banyumas itu.

Baca Juga  Hore! Pengemudi Ojol Purbalingga Terima Bantuan Sosial BBM, Kamu Udah Terima Belum?

Ia mencontohkan, kesenian Janeng yang ada di Kabupaten Banyumas juga ada di Kebumen.

“Kayak kesenian Janeng, di Kebumen ada di Banyumas juga ada. Ada yang mengatakan Janeng asli Banyumas tapi di Kebumen ada. Dalang Jemblung di Banyumas ada di Kebumen juga ada. Lalu bercampur-campur seperti itu lah,” ucapnya. (VIVI)

Related posts